Rakor Pendidikan Madrasah DIY, Kasubdit Vokasi dan Inklusi Tekankan Penguatan Layanan Disabilitas
Bantul (MTsN 4 Bantul) — Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan agenda pembinaan dari Kasubdit Vokasi dan Inklusi Kementerian Agama RI, Anis Masykur dilaksanakan pada Senin (19/10/2026) di Aula MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Katim 3, serta seluruh kepala madrasah negeri se-DIY, termasuk Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari. Rakor menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
Dalam sambutannya, Kabid Pendidikan Madrasah DIY, Sidk Pramono menyampaikan sejumlah hal strategis, di antaranya peluang kerja sama madrasah dengan Australia pada tahun 2027 yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui pendaftaran. Kabid juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan komite madrasah, mengingat orang tua siswa di DIY memiliki perhatian dan sikap kritis terhadap pengelolaan dana tersebut. Selanjutnya, Sidik memohon kepada Kasubdit Vokasi dan Inklusi Kemenag RI untuk memberikan pembinaan sebagai bekal bagi kepala madrasah dalam mengembangkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Dalam pembinaannya, Anis Masykur menekankan pentingnya pendataan peserta didik yang memiliki hambatan fungsional sebagai dasar penyusunan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Madrasah juga didorong untuk menunjuk guru pembimbing khusus yang memiliki kompetensi, kepedulian, dan komitmen dalam mendampingi peserta didik tersebut. Selain itu, Masykur menegaskan perlunya segera membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD), baik di tingkat kabupaten maupun madrasah, agar dukungan terhadap peserta didik penyandang disabilitas dapat dilaksanakan secara terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari menyambut baik arahan dan pembinaan tersebut sebagai langkah penting dalam mewujudkan madrasah yang ramah bagi semua peserta didik. Menurutnya, pendataan peserta didik dengan hambatan fungsional, penyiapan guru pembimbing khusus, serta penguatan layanan disabilitas perlu menjadi perhatian bersama agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan potensinya. Sugeng berharap hasil rakor ini dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata di madrasah, sekaligus mendorong peningkatan tata kelola yang transparan dan pengembangan kerja sama pendidikan. Dengan demikian, MTsN 4 Bantul berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya pendidikan madrasah yang inklusif, berkualitas, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik.(yul)