Kasubbag TU Aminudin Beri Sosialisasi dan Bimtek TTE di MTsN 8 Bantul
Bantul (MTsN 8 Bantul) – “Semua ASN di (Kementerian Agama) Bantul sudah mempunyai TTE. Dari 4.800 satuan kerja di Kemenag, baru Kemenag Bantul (semua ASN-nya) sudah memiliki TTE” ungkap Aminudin diikuti tepuk tangan peserta. Demikian cuplikan yang disampaikan Kasubbag TU Kankemenag Bantul Aminudin di depan guru dan pegawai MTsN 8 Bantul dalam kegiatan sosialisasi dan bimtek tanda tangan elektronik (tte), Selasa (20/10/2026) di aula MTsN 8 Bantul. Hadir selaku pemateri kedua Isman (analis SDM aparatur ahli muda) dan pemateri ketiga Eva Purnamaningtyas (pranata komputer ahli muda) Kankemenag Bantul.
Samsul Anam selaku Kepala MTsN 8 Bantul didampingi Kepala TU MTsN 8 Bantul Nur Khasanah dalam sambutan menyampaikan program Asta Cita terkait dengan madrasah yaitu kerukunan dan moderasi beragama. Anam mengajak seluru guru dan pegawai MTsN 8 Bantul untuk menjadi contoh dalam perilaku dan ucapan, tidak ekstrim kanan atau kiri, melakukan gerakan ekoteologi, penyelamatan lingkungan berbasis agama seperti KBC, dan digitalisasi dokumen. Anam merasa senang karena sosialisasi dan pelatihan bimtek tte untuk guru tenaga pendidikan baru dilaksanakan oleh tim Kemenag Bantul di madrasah berlokasi di Banjarharjo 2, Muntuk, Dlingo tersebut.
Selanjutnya Aminudin menyampaikan bahwa Kemenag Bantul merupakan pengguna TTE tertinggi di Indonesia. Penggunaan tte telah berdampak pada bidang ekonomi berupa penghematan ATK menjadi sebesar 70 juta di 2023 (hemat 10 juta), 60 juta di 2024 (hemat 10 juta), 46 juta di 2025 (hemat 14 juta), dan di tahun 2026 ini hanya 35 juta. Aminudin meminta semua ASN di Kemenag Bantul memiliki filosofi lebah dimana selalu mencari saripati yang bersih dan menghasilkan madu, bukan menjadi lalat karena mencari kotoran di sampah dan menyebabkan penyakit. Kemenag Bantul sedang concern membangun SDM, sarpra, dan sistem kerja serta melaksanakan 5K yaitu komitmen, konsisten (istiqomah), komunikasi, kontroling, dan kontribusi.
Isman selaku pemateri kedua menyampaikan bahwa Kemenag Bantul memiliki visi sejak awal yaitu pelayanan digital dan terbukti sebanyak 55.691 TTE di tahun 2026 sudah terdokumen dari 39 satker di bawah naungan Kemenag Bantul. Isman menyampaikan kelebihan TTE yaitu autentikasi dokumen, memudahkan pengiriman dan pengarsipan, menghemat ATK (Jan - Des 2025) sudah sebanyak 121.680 dokumen (2 lembar per dokumen) atau menghemat sebanyak 243,36 rim atau senilai 14,114 juta,dan tidak perlu legalisir.
Sementara Eva sebagai pemateri ketiga yang juga merupakan agen perubahan di bidang TTE Kankemenag Bantul menyampaikan bahwa ada beberapa ASN yang memang memiliki masalah login akun mail kemenag. Ia menyampaikan bahwa info sudah dikirimkan ke HDI kemenag dan harus dikirim 1 per 1 tetapi ada beberapa yang masih gagal dan akan terus dibantu sehingga semua berhasil login ke akun mail tte dan berhasil membuat tte (hms).