Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, MAN 4 Bantul Siapkan Bukti Dukung Madrasah Informatif

Dikirim oleh Fidela alma pada 20 October 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – MAN 4 Bantul terus memperkuat kesiapsiagaan bencana sekaligus meningkatkan keterbukaan informasi publik melalui rapat koordinasi Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bimbingan Konseling (BK) MAN 4 Bantul ini berfokus pada pemenuhan bukti dukung Penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Kebencanaan Tahun 2026.

 

Rapat tersebut dihadiri oleh unsur Kesiswaan, Tim BK, dan Tim Kreatif MAN 4 Bantul. Penilaian ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta bekerja sama dengan Komisi Informasi DIY dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melalui program Apresiasi Madrasah Informatif dan Tangguh.

 

Dalam koordinasi tersebut, Tim SPAB memeriksa dan melengkapi dokumen pendukung berdasarkan delapan indikator penilaian. Indikator tersebut meliputi ketersediaan informasi dasar kebencanaan; kesiapan rencana dan prosedur operasional standar (SOP) mitigasi bencana; pelaksanaan simulasi kebencanaan; penyediaan saluran komunikasi darurat secara fisik maupun digital; kerja sama dengan BPBD dan pihak terkait; mekanisme komunikasi darurat dengan orang tua atau wali murid; pemanfaatan fasilitas dan struktur kelembagaan; serta perlindungan terhadap kelompok rentan di lingkungan madrasah.

 

Koordinator BK MAN 4 Bantul, Sudarsih, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam penilaian ini merupakan bentuk komitmen madrasah untuk memberikan perlindungan serta menyediakan informasi kebencanaan yang akurat dan cepat bagi seluruh warga madrasah.

 

“Penyusunan bukti dukung Penilaian Keterbukaan Informasi Publik Kebencanaan ini bukan sekadar pemenuhan administrasi lomba, melainkan momentum bagi MAN 4 Bantul untuk memperkokoh sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Melalui delapan indikator penilaian, mulai dari SOP darurat, saluran komunikasi digital, hingga perhatian pada kelompok rentan, kami ingin memastikan bahwa MAN 4 Bantul benar-benar menjadi lingkungan belajar yang aman, informatif, dan tangguh bencana bagi seluruh murid,” ungkap Sudarsih.

 

Melalui koordinasi lintas tim ini, MAN 4 Bantul berharap dapat memenuhi seluruh indikator penilaian dengan bukti dukung yang valid, akuntabel, dan transparan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, meningkatkan keterbukaan informasi publik, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. (lel/ica)-al