Perkuat Moderasi Beragama dan Ekoteologi, 40 PPPK Kemenag Bantul Ikuti Orientasi BDK Semarang
Bantul (Kankemenag) – Penguatan moderasi beragama dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam membentuk aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Periode IV dan V Tahun Anggaran 2026 yang diinisiasi oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Rabu–Kamis (4–5/11/2026).

Bertempat di Aula Kankemenag Bantul, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kankemenag Bantul, Muntolib, yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), Aminuddin. Dalam sambutannya, Aminuddin menekankan pentingnya memahami dan mengimplementasikan Asta Protas Kementerian Agama sebagai arah kebijakan dan pedoman dalam menjalankan tugas sebagai ASN Kementerian Agama.
“Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, kita perlu memahami dan mengimplementasikan Asta Protas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Penguatan moderasi beragama dan ekoteologi menjadi bagian penting yang perlu kita pahami bersama, sehingga nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Aminuddin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BDK Semarang yang telah memberikan kesempatan bagi PPPK Kankemenag Bantul untuk mengikuti orientasi tersebut di wilayah kerja Kankemenag Bantul. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam meningkatkan wawasan serta pemahaman mengenai moderasi beragama dan ekoteologi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BDK Semarang yang telah memfasilitasi kegiatan ini di Kabupaten Bantul. Semoga seluruh rangkaian orientasi berjalan lancar, diikuti dengan penuh kesungguhan, dan dapat menambah wawasan serta pemahaman peserta sehingga nantinya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing,” tambah Aminuddin.
Sementara itu, Widyaiswara BDK Semarang, Ahmad Subhan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa orientasi ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi ASN, khususnya dalam memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai moderasi beragama dan ekoteologi. Melalui kegiatan ini, BDK Semarang berharap para peserta dapat mengikuti setiap materi dengan baik dan memperoleh bekal yang dapat diimplementasikan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Kami berharap melalui orientasi ini, para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai moderasi beragama dan ekoteologi. Ilmu dan wawasan yang diperoleh hendaknya tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai ASN maupun sebagai bagian dari masyarakat,” tuturnya.

Sebanyak 40 PPPK di lingkungan Kankemenag Bantul mengikuti kegiatan ini. Turut hadir mendampingi Ahmad Subhan, Statistisi, Umul Hidayah, dan Analis Pengembangan Kompetensi ASN, Aulia Arifiani.
Melalui orientasi ini, diharapkan para PPPK semakin memiliki wawasan keagamaan yang moderat, sikap toleran, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dengan demikian, nilai-nilai moderasi beragama dan ekoteologi dapat menjadi bagian dari budaya kerja ASN Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. (al)