Panewu dan Kepala KUA Dampingi IPHI Pundong Serahkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang
Bantul (KUA Pundong) - Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kapanewon Pundong serahkan bantuan air bersih untuk para warga yang terdampak kemarau panjang di wilayah Kapanewon Pundong (Bantul) dan Kapanewon Purwosari (Gunungkidul) yang meliputi Dusun Dermojurang, Geger dan Dringo, Kamis (24/09/2026). Dropping air bersih didampingi oleh Panewu Pundong, Vita Yuliatun; Kepala KUA Pundong, Muhammad Hanafi; dan dukuh Dermojurang, Suyanti.
Ketua IPHI Kapanewon Pundong, Muhammad Bashori menyampaikan bahwa para jemaah haji Pundong mengumpulkan bantuan sebanyak 36 tangki air yang didistribusikan ke berbagai wilayah yang sangat membutuhkan air disebabkan musim kemarau yang ekstrim di tahun 2026. Para jamaah juga mengumpulkan donasi untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana gempa di NTT. IPHI kapanewon Pundong hadir untuk “migunani tumraping liyan.” (memberi manfaat kepada sesama_red).
Panewu Pundong, Vita Yuliatun memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi dan kepedulian para jemaah haji yang terhimpun dalam organisasi IPHI Kapanewon Pundong. “Terima kasih kepada IPHI Kapanewon Pundong yang telah membantu warga dengan menyalurkan air bersih, kepedulian para jamaah haji merupakan manifestasi kepedulian terhadap sesama, wujud solidaritas dan kebersamaan,” ujarnya.
Kepala KUA Pundong, Muhammad Hanafi mendukung secara penuh aktifitas sosial yang diinisiasi oleh IPHI kapanewon Pundong. “Kesalehan sosial adalah wujud implementasi kesalehan pribadi. Ajaran agama hadir sebagai solusi dari berbagai problem yang muncul di masyarakat, termasuk ketika warga kesulitan mendapatkan air bersih. Dan air merupakan kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup dan ibadah sehari-hari,” tandasnya.
Warga terlihat senang dan bahagia atas program penyaluran air bersih ini. Raut muka yang cerah tampak menghiasi wajah-wajah warga yang hadir dan menyaksikan dropping air bersih. Di tengah kesulitan air yang menerpa, ternyata masih banyak orang baik yang peduli dan mau menyapa mereka. Alam pegunungan yang kering dan gersang ternyata tidak menjadikan kekeringan hati, justru memunculkan jiwa peduli dan kebaikan hati. (Hanafi)