Lompat ke isi utama
x
MTsN 6 Bantul

Murid Kelas VII D MTsN 6 Bantul Belajar Informatika melalui Pemaknaan Film Elegi Melodi

Dikirim oleh Sugiyono pada 12 January 2026

Bantul (MTsN 6 Bantul) — Pembelajaran Informatika di kelas VII D tidak selalu dilakukan melalui perangkat komputer dan baris kode. Dalam salah satu kegiatan pembelajaran, murid kelas VII D diajak memaknai film berjudul Elegi Melodi sebagai media pembelajaran kontekstual untuk melatih kemampuan berpikir kritis, analisis informasi, dan literasi digital Pada Senin(12/1/2026).

Melalui pemutaran film Elegi Melodi, murid belajar memahami bahwa informasi digital tidak hanya berupa data angka dan teks, tetapi juga hadir dalam bentuk audiovisual yang sarat pesan dan makna. Guru mengarahkan murid untuk mengamati alur cerita, karakter tokoh, serta pesan yang disampaikan, kemudian menganalisisnya sebagai sebuah informasi yang perlu dipahami secara utuh dan bertanggung jawab.

Setelah menonton film, murid kelas VII D mengikuti diskusi terstruktur untuk mengidentifikasi unsur informasi, pesan utama, serta dampak emosional yang ditimbulkan. Kegiatan ini melatih murid untuk memilah informasi, menyampaikan hasil analisis secara lisan, serta menghargai perbedaan sudut pandang dalam proses berpikir komputasional sederhana, khususnya pada tahap pengamatan, pengelompokan, dan penarikan kesimpulan.

Pembelajaran ini juga menekankan pentingnya etika digital. Murid diajak memahami bahwa konsumsi konten digital, termasuk film, harus dilakukan secara kritis dan bijak. Tidak semua konten ditonton sekadar untuk hiburan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang mendukung pembentukan karakter dan kecakapan abad ke-21.

Antusiasme murid terlihat dari keaktifan mereka dalam menyampaikan pendapat dan mengaitkan pesan film dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif, tetapi juga literasi emosi dan tanggung jawab sebagai pengguna teknologi informasi.
Pembelajaran Informatika berbasis film Elegi Melodi menjadi bukti bahwa mata pelajaran Informatika dapat diintegrasikan dengan nilai kemanusiaan dan refleksi, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, relevan, dan menyenangkan bagi peserta didik. (imb)