Lompat ke isi utama
MAN 2 Bantul

MAN 2 Bantul Hadiri Sidang Terbuka Disertasi tentang Revitalisasi Madrasah Program Keterampilan

Dikirim oleh eka putri pada 27 August 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) – Kepala MAN 2 Bantul yang diwakili Waka Humas Nurhayati dan Waka Kurikulum Fitria Endang Susana menghadiri sidang terbuka disertasi Muhamad Wahib Jamil di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan MAN 2 Bantul terhadap pengembangan kajian akademik sekaligus penguatan pendidikan madrasah berbasis keterampilan.

Disertasi yang dipertahankan Wahib Jamil berjudul “Evaluasi Kritis Revitalisasi Madrasah Aliyah Program Keterampilan Daerah Istimewa Yogyakarta.” Penelitian tersebut mengkaji secara kritis proses revitalisasi madrasah aliyah program keterampilan di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk perubahan kelembagaan, implementasi program, dampak kebijakan, serta keberlanjutan program keterampilan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Dalam ringkasan disertasinya, Wahib Jamil menggunakan evaluasi goal-free untuk melihat perubahan dan dampak revitalisasi pada sejumlah madrasah, antara lain MAN 2 Kulon Progo, MAN 2 Bantul, Man 1 Sleman dan MAN 2 Yogyakarta. Salah satu temuan penting menunjukkan bahwa revitalisasi madrasah tidak sekadar mengubah bentuk kelembagaan, tetapi juga membangun model pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan akademik, keterampilan vokasional, dan pendidikan karakter Islami.

Khusus MAN 2 Bantul, penelitian tersebut mencatat berbagai inovasi dalam penyelenggaraan program keterampilan. Program keterampilan dikembangkan secara terpadu melalui model oliva, sistem blok untuk mata pelajaran reguler, serta inovasi berupa Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi), GOSIP, dan pengembangan jejaring dengan dunia industri. Penguatan pendidikan juga dilakukan melalui kerja sama dengan BLK Bantul serta ITS untuk kegiatan yang berkaitan dengan Prodistik.

Dampak implementasi program terlihat dari meningkatnya animo masyarakat, diferensiasi keunggulan lulusan dalam bidang keterampilan, akademik, dan karakter Islami, meningkatnya reputasi madrasah, serta daya serap lulusan melalui tiga jalur, yakni siap melanjutkan pendidikan, siap bekerja, dan siap berwirausaha. Model MAN 2 Bantul dalam penelitian tersebut disebut sebagai “Model Life Skill Komprehensif Berbasis Inovasi.”

Nurhayati menyampaikan bahwa kehadiran MAN 2 Bantul dalam sidang tersebut menjadi momentum untuk memperoleh perspektif akademik dalam pengembangan madrasah. “Hasil penelitian ini menjadi bahan refleksi bagi kami untuk terus memperkuat program keterampilan dan memastikan inovasi yang dilakukan tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Fitria Endang Susana menilai kajian tersebut memiliki relevansi kuat dengan pengembangan kurikulum dan program pembelajaran di MAN 2 Bantul. “Program keterampilan harus terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan peluang pendidikan lanjut, tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai keislaman,” tuturnya.

Kehadiran tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen MAN 2 Bantul untuk mengembangkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan peserta didik./fitria