Lompat ke isi utama
KUA Kasihan

KUA Kasihan Berkolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan Tirtonirmolo Gelar Pembinaan Keluarga Sakinah

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 3 November 2026

Bantul (KUA Kasihan) - Dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga dan mewujudkan kehidupan rumah tangga yang harmonis, Kantor Urusan Agama (KUA) Kasihan berkolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan Tirtonirmolo menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah pada Senin (02/11/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Griya Nirmala, Kalurahan Tirtonirmolo, mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.


Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara KUA Kasihan dan pemerintah kalurahan dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mendapatkan bekal pengetahuan dan pemahaman dalam menjaga keharmonisan rumah tangga serta menghadapi berbagai dinamika kehidupan keluarga.


Acara diawali dengan sambutan dari Penjabat Lurah Tirtonirmolo, Nuriyani. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pembinaan keluarga sebagai salah satu upaya membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang sehingga keharmonisan rumah tangga perlu senantiasa dijaga.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kamituwa Tirtonirmolo, Muhammad Nur Amin Tsalatsani. Ia turut menekankan pentingnya perhatian terhadap ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah kalurahan dan KUA diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Memasuki sesi materi, kegiatan menghadirkan empat pemateri dari KUA Kasihan dengan tema yang saling melengkapi dalam membangun keluarga sakinah.


Materi pertama disampaikan oleh Nurudin melalui sesi “Simulasi Keluarga Sakinah”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami berbagai prinsip membangun keluarga harmonis melalui pendekatan simulasi yang interaktif. Peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep keluarga sakinah secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari.


Materi kedua disampaikan oleh Kurnia Pramujiharso dengan tema “Merawat Cinta”. Materi ini mengajak peserta memahami bahwa cinta dalam rumah tangga bukan sekadar perasaan yang tumbuh pada awal pernikahan, melainkan sesuatu yang harus terus dirawat melalui perhatian, kasih sayang, kesabaran, dan kepedulian. Suami dan istri perlu saling menjaga komitmen agar cinta tetap tumbuh sepanjang perjalanan rumah tangga.


Selanjutnya, Choiruman menyampaikan materi “Memelihara Istiqomah dalam Beribadah”. Dalam pemaparannya ditekankan bahwa keluarga sakinah perlu dibangun di atas fondasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Konsistensi dalam menjalankan ibadah, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta membiasakan kehidupan religius di lingkungan keluarga menjadi bagian penting dalam mewujudkan rumah tangga yang penuh keberkahan.


Materi keempat sekaligus menjadi sesi penutup disampaikan oleh Alfan Aliyafi dengan tema “Menjaga Hubungan Pasca Nikah”. Materi ini membahas pentingnya menjaga komunikasi, membangun kepercayaan, saling menghargai, serta memahami hak dan kewajiban masing-masing pasangan. Kehidupan setelah pernikahan menghadirkan berbagai tantangan dan perubahan sehingga suami dan istri perlu terus belajar menyesuaikan diri, menyelesaikan persoalan secara bijaksana, dan menjaga komitmen bersama.


Setelah penyampaian materi terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Alfan Aliyafi. Doa bersama menjadi penutup rangkaian kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah.


Kolaborasi antara KUA Kasihan dan Pemerintah Kalurahan Tirtonirmolo ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap penguatan ketahanan keluarga di masyarakat. Melalui pembinaan ini, diharapkan semakin banyak keluarga yang mampu menerapkan nilai-nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan komitmen, kesabaran, komunikasi yang baik, serta landasan agama yang kuat. Dengan keluarga yang kokoh dan harmonis, diharapkan tercipta masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera. (Nrdn)