Komitmen Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia, Kepala MAN 3 Bantul Berperan Aktif dalam Raker K3MA DIY
Bantul (MAN 3 Bantul) — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul, Suyanto menghadiri Rapat Kerja (Raker) Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (K3MA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan strategis skala provinsi ini diselenggarakan di Ruang Aula MAN 1 Bantul, Rabu (24/06/2026). Raker K3MA DIY tahun ini mengusung tema “Akselerasi Transformasi Digital dalam Mewujudkan Madrasah Aliyah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia”.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua K3MA DIY, Edi Triyanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen seluruh kepala madrasah yang tetap memprioritaskan agenda strategis ini di tengah padatnya tugas kedinasan. Pada momentum tersebut, forum juga secara khusus memanjatkan doa keberkahan bagi tiga kepala madrasah yang baru saja menyelesaikan ibadah haji pada musim 1447 H/2026 M, yakni Yazid Shofwan, Nur Chasanah, dan Siti Fatimah.
Menyikapi esensi tema raker, Edi Triyanto menegaskan bahwa dinamika pendidikan global dan lompatan teknologi informasi menuntut para pemimpin madrasah memiliki kapasitas kepemimpinan yang adaptif, inovatif, serta visioner. Menurutnya, implementasi teknologi bukan lagi sekadar alternatif, melainkan instrumen mutlak untuk mengaselerasi mutu layanan, manajemen, dan proses pembelajaran di madrasah, sejalan dengan program prioritas Transformasi Digital Kementerian Agama.
“Perkembangan teknologi yang masif menempatkan kepala madrasah selaku nakhoda lembaga untuk cakap mengarahkan jalannya bahtera pendidikan. Kita harus memastikan madrasah tetap berada pada jalur yang relevan, kompetitif, dan siap menjawab tantangan zaman,” tegas Edi di hadapan peserta rapat.
Lebih lanjut, Edi mendorong penguatan ekosistem kolaborasi melalui replikasi praktik baik (best practices) antarmadrasah di DIY. Sinergi ini dinilai menjadi kunci kolektif untuk menaikkan kelas Madrasah Aliyah di DIY, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kendati berfokus pada digitalisasi, Edi mengingatkan bahwa indikator madrasah mendunia perlu memperhatikan aspek fundamental. Integrasi antara penguasaan teknologi, keunggulan akademik, dan keteguhan nilai akhlakul karimah harus berjalan beriringan. Perpaduan inilah yang akan membawa madrasah menjadi rujukan utama (imam) bagi kemajuan peradaban pendidikan di Indonesia dan dunia.
Partisipasi aktif dari berbagai kepala madrasah, termasuk kepala madrasah dari lingkungan Kemenag Bantul, diharapkan mampu mengonstruksi program kerja K3MA DIY yang aplikatif dan berdampak nyata sepanjang tahun anggaran berjalan. (ris/sal)