Lompat ke isi utama
x
MTsN 6 Bantul

Ketika Informatika dan Seni Budaya Berpadu di Dapur: Kreativitas Siswa MTsN 6 Bantul dalam Konten Memasak

Dikirim oleh Sugiyono pada 9 February 2026

Bantul (MTsN 6 Bantul) - Pembelajaran di kelas tidak selalu harus berlangsung di balik meja dan papan tulis. Hal inilah yang tercermin dalam kolaborasi pembelajaran informatika dan seni budaya di MTsN 6 Bantul melalui tugas pembuatan konten memasak pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, di mana teknologi dan seni berpadu dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Dalam proyek kolaborasi pembelajaran informatika dan seni budaya, siswa MTsN 6 Bantul ditantang untuk membuat konten digital berupa video atau poster memasak dengan mengangkat menu sederhana, jajanan sehat, hingga makanan tradisional daerah. Dari sisi pembelajaran informatika, siswa belajar menyusun alur langkah memasak secara runtut layaknya algoritma, merekam proses memasak, serta melakukan editing video menggunakan aplikasi digital yang ada di gawai siswa. Tanpa disadari, siswa sedang mempraktikkan logika berpikir komputasional dalam konteks nyata.

Sementara itu, mata pelajaran seni budaya memberikan sentuhan estetika dan ekspresi. Penataan makanan, pemilihan warna, sudut pengambilan gambar, hingga narasi visual menjadi bagian penting dalam proses berkarya. Masakan tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari cara penyajian yang mencerminkan nilai seni dan budaya.

Guru seni budaya MTsN 6 Bantul Wiwik Winarni menyampaikan bahwa kolaborasi lintas mata pelajaran antara informatika dan seni budaya memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
“Melalui tugas konten memasak, siswa tidak hanya belajar teknologi dan seni, tetapi juga belajar bekerja sama, berpikir kreatif, dan menghargai budaya lokal. Pembelajaran terasa lebih hidup karena dekat dengan keseharian mereka,” terang guru seni budaya MTsN 6 Bantul Wiwik Winarni.

Kolaborasi mata pelajaran seni budaya dan informatika menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan. Siswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai kreator konten yang mampu menyampaikan ide secara visual dan digital. Proses kerja kelompok melatih komunikasi, tanggung jawab, serta rasa percaya diri saat mempresentasikan hasil karya.

Lebih dari sekadar tugas, kegiatan pembuatan konten kolaborasi seni budaya dan informatika menanamkan literasi digital, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya kuliner Nusantara. Melalui konten memasak, siswa MTsN 6 Bantul belajar bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dan produktif untuk mengekspresikan ide serta melestarikan budaya.

Kolaborasi pembelajaran informatika dan seni budaya dalam pembuatan konten memasak menjadi bukti bahwa pembelajaran lintas disiplin mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Ketika teknologi dan seni berpadu, dapur pun berubah menjadi ruang belajar yang inspiratif. (imb)