Lompat ke isi utama
KUA Sedayu

Kepala KUA Sedayu Bersama Penyuluh Dampingi Tim Bimas Islam Kemenag Bantul Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Empat Lokasi 

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 30 June 2026

Bantul (KUA Sedayu) – Dalam upaya memberikan kepastian hukum keagamaan serta meningkatkan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah salat, Kepala Kantor Urusan Agama Sedayu, Syahril Sidiq, memimpin langsung pendampingan Tim Pengukur Arah Kiblat dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Kegiatan penentuan dan kalibrasi akurasi arah kiblat ini dilaksanakan secara maraton di empat titik lokasi yang berbeda yang tersebar di wilayah administrasi Kapanewon Sedayu, Senin (29/06/2026).

 

Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari program standardisasi sarana ibadah di lingkungan masyarakat maupun instansi pendidikan. Dalam pelaksanaan peninjauan lapangan tersebut, Syahril Sidiq didampingi oleh tim penyuluh fungsional dan staf pelayanan KUA Sedayu, antara lain Nur Soimah Agus Hidayanti, Nova Andriyanto, serta Staf Pelayanan Miftahur Rozaq. Kehadiran seluruh unsur KUA ini menegaskan komitmen lembaga dalam mengawal validitas fasilitas keagamaan secara ilmiah berbasis ilmu falak.

 

Berdasarkan data teknis lapangan, empat lokasi yang menjadi sasaran utama pengukuran kali ini meliputi Musala Al Maunah yang terletak di Argodadi, Musala Sekolah Dasar Dingkikan 1 Argodadi, Musala Sekolah Dasar Dingkikan 2 Argodadi, dan Masjid Al Ihsan yang berada di kawasan Kepuhan, Argorejo, Sedayu. Pemilihan lokasi yang mencakup fasilitas umum dan lembaga pendidikan dasar ini dimaksudkan agar edukasi mengenai arah kiblat yang benar dapat ditanamkan sejak dini kepada generasi muda di lingkungan sekolah.

 

Di sela-sela pemantauan proses pengukuran, Kepala KUA Sedayu, Syahril Sidiq, memberikan penjelasan terperinci mengenai esensi dari kegiatan ini. Menurutnya, layanan kalibrasi arah kiblat merupakan salah satu jenis pelayanan non-nikah yang terus digalakkan oleh jajarannya agar masyarakat semakin menyadari fungsi luas dari keberadaan Kantor Urusan Agama di tingkat kecamatan.

 

Syahril Sidiq menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengetahui bahwa urusan kemaslahatan umat di KUA tidak hanya terbatas pada pencatatan pernikahan semata. Layanan pengukuran arah kiblat ini adalah hak publik yang bisa diakses dengan sangat mudah. Pengurus tempat ibadah atau pihak sekolah cukup menghubungi KUA, dan selanjutnya petugas dari KUA akan mengoordinasikan serta mendampingi tim ahli dari Kemenag Bantul untuk turun langsung ke lokasi.

 

Ia juga menambahkan bahwa akurasi arah kiblat merupakan aspek fundamental dalam keabsahan ibadah salat. Oleh karena itu, perubahan sekecil apa pun akibat pergeseran geografis atau kekeliruan kompas biasa harus segera disempurnakan menggunakan peralatan modern berbasis optik dan teodolit yang dimiliki oleh Kementerian Agama.

 

Kegiatan ini menuai tanggapan yang sangat positif dari berbagai pihak yang terlibat langsung di lapangan. Nur Soimah Agus Hidayanti, selaku Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu yang ikut serta dalam pendampingan, menyatakan bahwa momentum seperti ini sekaligus menjadi ruang dakwah edukatif bagi para penyuluh di tengah masyarakat.

 

Nur Soimah Agus Hidayanti menuturkan bahwa pihak penyuluh melihat antusiasme yang luar biasa dari para takmir masjid dan guru sekolah. Kehadiran tim di lapangan bukan sekadar mengukur, melainkan juga memberikan pemahaman kultural dan ilmiah bahwa meluruskan kiblat bukan berarti membongkar bangunan, melainkan merapikan shaf salat di dalamnya. Pendampingan ini memastikan komunikasi antara instansi vertikal Kementerian Agama dan warga berjalan harmonis.

 

Di sisi lain, perwakilan dari pihak takmir Masjid Al Ihsan Kepuhan mengungkapkan rasa lega dan bersyukur atas terlaksananya kalibrasi resmi ini. Menurut mereka, sertifikasi arah kiblat ini memotong segala keraguan yang selama ini berkembang secara internal di kalangan jemaah sekalian.

 

Perwakilan takmir menyampaikan bahwa selama ini warga hanya mengandalkan aplikasi telepon genggam atau perkiraan manual, yang sering kali menimbulkan diskusi panjang di antara pengurus. Dengan hadirnya Kepala KUA Sedayu beserta Tim Bimas Islam Kemenag Bantul yang membawa alat ukur resmi, kini jemaah dapat menunaikan ibadah dengan hati yang mantap, tenang, dan tanpa keraguan lagi.

 

Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan dokumen hasil pengukuran secara simbolis kepada masing-masing pengelola tempat ibadah. Melalui sinergitas yang kuat ini, KUA Sedayu berharap seluruh musala dan masjid di wilayah hukumnya secara bertahap dapat memperoleh sertifikasi arah kiblat yang resmi demi kenyamanan ibadah umat. (jml)