Lompat ke isi utama
x
Bimas

Kasi Bimas Islam Kemenag Bantul, Membumikan Moderasi Beragama

Bantul (KanKemenag) - Kementrian Agama Kabupaten Bantul melalui Seksi Bimas Islam menghelat pangarusutamaan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan dalam rangka peningkatan kompentensi kepada Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS di Masjid Agung Manunggal Bantul, Selasa (12/10).

"Pemerintah hadir di tengah masyarakat melalui para Penyuluh sebagai katalisator bagi jamaah binaannya sekaligus menjadi agen moderasi beragama dan wawasan kebangsaan, karena berita-berita hoax, ujaran kebencian sangat masif melalui WhatsApp, dan ajaran radikalisme". Jelas Kasi Bimas Islam Kemenang Kabupaten Bantul, H. Fariq Nur Rohim, S.H.I, M.A.

Dalam pemaparannya KH Hasan Abdullah Pengasuh Ponpes Assalafiyyah Mlangi Nogotirto Yogyakarta selaku narasumber menyampaikan, "Moderasi beragama berarti tidak ekstrim kanan juga tidak ekstrim kiri itu juga merupakan ajaran agama, yang mana kita semua ini ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai umat yang tengah-tengah". Ujarnya.

Sementara Wakil Ketua FKPT (Forum Komunikasi Pencegahan Teroris) DIY yang juga alumni Lemhannas RI, Dr. H. Fahmi Akbar Idris mengungkapkan, kalau bicara moderasi beragama itu bicara proses yang berimbang, gagasan dari Gus Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qaumas itu baik. Bukan berarti kemarin tidak moderat, tapi ini perlu di energize supaya menjadi arus utama menjadi diskusi, ibarat iman, iman kalau tidak dijaga nanti dia turun, kalau iman itu mulai turun maka perlu dinaikkan. Ungkapnya

Menurut Fahmi, “Dampak dari prilaku beragama dalam Moderasi beragama sangat dekat dengan wawasan kebangsaan, kalau orang itu beragamanya moderat pasti wawasan kebangsaannya bagus, tapi sebaiknya kalau dia extrim pasti pandangan dia bermasyarakat dan bernegara juga extrim”. Pungkasnya

Sedangkan salah satu peserta yang juga Penyuluh Teladan DIY 2018 dari KUA Sewon, Rustam Nawawi Berharap, supaya kedepannya kegiatan peningkatan kompetensi ini tidak hanya cukup di sini, namun dapat berkelanjutan untuk menambah wawasan dalam pendampingan di masyarakat yang beragam dalam bingkai kebenekaan. (Rus)