Lompat ke isi utama
MTsN 4 Bantul

Kader UKS MTsN 4 Bantul Disiapkan Jadi Sahabat Peduli Kesehatan Mental Remaja

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 15 October 2026

Bantul (MTsN 4 Bantul) — MTsN 4 Bantul menggelar pelatihan First Aider bagi 30 siswa kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Aula madrasah, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Titi Wijayaningsih dari Puskesmas Bantul II. Pelatihan bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan memberikan pertolongan awal terhadap teman yang mengalami tekanan atau kesulitan psikologis. Kegiatan ini menjadi langkah preventif madrasah dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental remaja, khususnya pada usia SMP/MTs dan SMA/MA yang rentan menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial.


Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari,  dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan peduli terhadap kesehatan mental peserta didik. Sugeng berharap para kader UKS dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kepedulian terhadap teman yang sedang menghadapi masalah merupakan bentuk nyata dari sikap saling menghargai dan membantu. Sugeng  juga berharap para siswa mampu menjadi teman yang suportif, tidak menghakimi, serta memahami kapan harus meminta bantuan guru, orang tua, atau tenaga profesional.


Narasumber, Titi Wijayaningsih dari Puskesmas Bantul II, menyampaikan materi mengenai pertolongan pertama psikologis, yaitu dukungan awal yang diberikan kepada seseorang yang sedang mengalami tekanan emosional atau situasi sulit. Materi meliputi cara mengenali perubahan perilaku dan tanda-tanda seseorang membutuhkan dukungan, mendengarkan secara empatik tanpa menyalahkan, memberikan respons yang menenangkan, serta menjaga privasi dan kepercayaan. Peserta juga perlu memahami batas peran sebagai First Aider: tidak mendiagnosis atau memaksakan seseorang untuk bercerita, melainkan memberikan dukungan awal dan membantu menghubungkannya dengan guru BK, orang tua, puskesmas, atau tenaga profesional apabila diperlukan. Melalui pembekalan ini, siswa diharapkan mampu mengenali kebutuhan teman lebih dini dan mengambil langkah yang tepat untuk memperoleh pertolongan.


Koordinator UKS MTsN 4 Bantul, Muslimah, menyampaikan bahwa pelatihan First Aider merupakan langkah penting untuk memperkuat peran kader UKS, tidak hanya dalam menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mendukung kesehatan psikologis sesama siswa. Muslimah  berharap 30 peserta dapat menjadi pelopor kepedulian di lingkungan madrasah dengan membangun budaya saling mendengarkan, menghormati, dan membantu tanpa memberikan stigma kepada teman yang sedang mengalami masalah. Muslimah juga menekankan pentingnya kerja sama antara kader UKS, guru, orang tua, dan tenaga kesehatan agar siswa yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh pendampingan yang tepat. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan MTsN 4 Bantul yang sehat, ramah, dan peduli terhadap kesejahteraan peserta didik. (yul)