Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

Jadi Rujukan MAN Plus Keterampilan, MAN 2 Bantul Terima Survei Studi Tiru SMA Susukan

Dikirim oleh eka putri pada 11 February 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah rujukan dalam pengembangan pendidikan berbasis keterampilan. Hal tersebut ditandai dengan diterimanya kegiatan survei studi tiru dari SMA Susukan Kabupaten Semarang pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Ruang Kepala Madrasah MAN 2 Bantul.

Kegiatan survei ini merupakan bagian dari persiapan SMA Susukan sebelum melaksanakan studi tiru secara lebih komprehensif. Dalam kunjungan tersebut, SMA Susukan diwakili oleh Fauzi Dain, yang secara khusus hadir untuk menggali informasi terkait manajemen madrasah serta model pembelajaran berbasis keterampilan yang diterapkan di MAN 2 Bantul. Dari pihak MAN 2 Bantul, Fauzi Dain disambut oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Nurhayati, dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat berbagi praktik baik antar satuan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzi Dain menyampaikan bahwa SMA Susukan Kabupaten Semarang memiliki ketertarikan yang besar terhadap konsep MAN Plus Keterampilan yang dikembangkan oleh MAN 2 Bantul. Menurutnya, konsep tersebut dinilai relevan dan sejalan dengan program SMA Double Track yang saat ini tengah dikembangkan di sekolahnya. “Kami datang ke MAN 2 Bantul untuk belajar secara langsung. Kami ingin mengetahui bagaimana manajemen madrasah dijalankan dan bagaimana pembelajaran berbasis keterampilan dapat diintegrasikan secara efektif dengan pembelajaran akademik,” ungkap Fauzi Dain.

Ia menambahkan bahwa MAN 2 Bantul dipilih sebagai tujuan survei studi tiru karena dinilai berhasil mengembangkan program keterampilan tanpa mengesampingkan kualitas akademik dan karakter peserta didik. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi SMA Susukan. “MAN 2 Bantul dikenal sebagai MAN Plus Keterampilan. Konsep ini memiliki kesamaan dengan SMA Double Track, yaitu menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki keterampilan sebagai bekal hidup,” jelasnya.

Fauzi Dain juga mengungkapkan bahwa informasi mengenai MAN 2 Bantul diperoleh melalui penelusuran di internet. Dari berbagai sumber tersebut, MAN 2 Bantul dinilai konsisten dalam mengembangkan program keterampilan, pengelolaan unit produksi, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 2 Bantul, Nurhayati, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan SMA Susukan yang menjadikan MAN 2 Bantul sebagai rujukan studi tiru. Ia menegaskan bahwa MAN 2 Bantul selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan.

“Kami menyambut baik kedatangan SMA Susukan. Bagi kami, kolaborasi dan saling belajar antar lembaga pendidikan sangat penting untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Nurhayati. Ia juga menjelaskan bahwa MAN 2 Bantul berkomitmen untuk mengembangkan madrasah yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, salah satunya melalui penguatan program keterampilan yang terintegrasi dengan pembelajaran dan pembinaan karakter. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana, dalam paparannya menjelaskan bahwa pengembangan pembelajaran di MAN 2 Bantul dirancang secara terencana dan berkelanjutan. Kurikulum tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan keterampilan peserta didik.

“Kami berupaya menyusun kurikulum yang fleksibel dan kontekstual. Peserta didik dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan, sehingga memiliki banyak pilihan setelah lulus, baik melanjutkan pendidikan maupun terjun ke dunia kerja,” terang Fitria. Dalam sesi diskusi, berbagai aspek dibahas secara mendalam, mulai dari sistem manajemen madrasah, peran wakil kepala madrasah, strategi pengembangan program keterampilan, hingga integrasi pembelajaran akademik dan praktik keterampilan. Diskusi berlangsung interaktif dengan saling bertukar pandangan dan pengalaman.

Kegiatan survei ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara SMA Susukan Kabupaten Semarang dan MAN 2 Bantul. Ke depan, studi tiru yang direncanakan diharapkan dapat memberikan inspirasi dan referensi dalam pengembangan pendidikan berbasis keterampilan di SMA Susukan. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul kembali menegaskan posisinya sebagai madrasah rujukan yang unggul dalam manajemen, pembelajaran, dan pengembangan keterampilan, sekaligus terbuka untuk berkolaborasi demi kemajuan pendidikan di Indonesia. (fitria)