Lompat ke isi utama
x
MAN 4 Bantul

Tingkatkan Kompetensi Guru, MAN 4 Bantul Sosialisasikan KMA 1503 Melalui IHT Kreatif

Dikirim oleh liana pada 6 January 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Implementasi In House Training (IHT) yang diselenggarakan pada Senin (05/01/2026) di Aula MAN 4 Bantul tidak berhenti pada tataran konseptual. Di bawah pendampingan Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ening Yuni Sholeh Astuti, para guru MAN 4 Bantul langsung menindaklanjuti kegiatan tersebut melalui penyusunan administrasi pembelajaran yang selaras dengan KMA 1503 dan kurikulum berbasis cinta.

 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MAN 4 Bantul dengan penuh kesungguhan. Para guru menyusun perangkat pembelajaran secara komprehensif, mulai dari perencanaan, perumusan tujuan pembelajaran, hingga penguatan nilai-nilai Panca Cinta sebagai ruh dalam kurikulum berbasis cinta. Proses penyusunan berlangsung secara kolaboratif dan reflektif, mencerminkan kesiapan guru dalam menerjemahkan regulasi ke dalam praktik nyata di ruang kelas.

 

Salah satu guru yang mempresentasikan hasil penyusunan perangkat pembelajaran adalah Mardiastuti, guru Fisika MAN 4 Bantul. Dalam paparannya, ia menjelaskan rancangan pembelajaran untuk peserta didik fase E dan fase F. Materi Fisika yang disusun tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai cinta terhadap ilmu pengetahuan, kepedulian terhadap lingkungan, serta sikap saling menghargai dalam proses pembelajaran.

 

Presentasi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari peserta IHT. Diskusi yang berkembang menjadi ruang berbagi praktik baik antarguru, sekaligus penguatan pemahaman bahwa kurikulum berbasis cinta dapat diimplementasikan pada seluruh mata pelajaran, termasuk mata pelajaran eksakta.

 

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Rusli Farida, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan hasil IHT berdampak nyata. “Kami mendorong para guru tidak hanya memahami KMA 1503 secara normatif, tetapi juga mampu menuangkannya dalam administrasi dan praktik pembelajaran. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta benar-benar hadir di ruang kelas dan dirasakan manfaatnya oleh peserta didik,” ujarnya.

Melalui implementasi IHT ini, MAN 4 Bantul menegaskan komitmennya dalam membangun budaya pembelajaran yang tertib secara regulasi, namun tetap hangat, humanis, dan bermakna, sejalan dengan nilai-nilai Panca Cinta sebagai fondasi pendidikan madrasah. (lel/ica)