Tertarik Program MAN Plus Keterampilan, SMA Susukan Kabupaten Semarang Lakukan Survei Studi Tiru ke MAN 2 Bantul
Bantul (MAN 2 Bantul) - sung di Ruang Kepala Madrasah MAN 2 Bantul dan menjadi ajang awal penjajakan kerja sama sekaligus penggalian informasi terkait manajemen madrasah serta sistem pembelajaran berbasis keterampilan yang diterapkan di MAN 2 Bantul. SMA Susukan dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Fauzi Dain, yang secara khusus hadir untuk melakukan diskusi dan observasi awal. Dari pihak MAN 2 Bantul, rombongan disambut oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Nurhayati, serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana.
Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh keterbukaan, Fauzi Dain menyampaikan bahwa kunjungan survei ini merupakan langkah awal sebelum SMA Susukan melaksanakan studi tiru secara lebih mendalam. Fokus utama yang ingin dipelajari adalah manajemen pengelolaan madrasah serta model pembelajaran yang terintegrasi dengan penguatan keterampilan peserta didik. “Tujuan kami datang ke MAN 2 Bantul adalah untuk belajar secara langsung bagaimana manajemen madrasah dijalankan dengan baik dan bagaimana pembelajaran dapat dikembangkan agar selaras dengan kebutuhan keterampilan peserta didik,” ungkap Fauzi Dain.
Ia menambahkan bahwa MAN 2 Bantul dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dikenal sebagai MAN Plus Keterampilan, yang konsepnya dinilai memiliki kesamaan dengan program SMA Double Track yang sedang dan akan dikembangkan di SMA Susukan Kabupaten Semarang. “MAN 2 Bantul kami nilai berhasil mengintegrasikan pendidikan akademik dengan penguatan keterampilan. Ini sejalan dengan semangat SMA Double Track, yaitu menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup dan kesiapan kerja,” jelasnya.
Menurut Fauzi Dain, informasi mengenai MAN 2 Bantul diperoleh melalui penelusuran di internet. Dari berbagai sumber tersebut, MAN 2 Bantul dinilai konsisten dalam mengembangkan program keterampilan, unit produksi, serta kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga layak dijadikan rujukan dan inspirasi. Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 2 Bantul, Nurhayati, menyambut baik kedatangan perwakilan SMA Susukan. Ia menyampaikan bahwa MAN 2 Bantul selalu terbuka untuk berbagi praktik baik (best practice) dengan sekolah maupun madrasah lain.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan SMA Susukan yang memilih MAN 2 Bantul sebagai tujuan studi tiru. Prinsip kami, madrasah harus mampu berkolaborasi dan saling menguatkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tutur Nurhayati. Ia juga menjelaskan bahwa MAN 2 Bantul mengembangkan berbagai program keterampilan sebagai bagian dari penguatan profil lulusan, tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas madrasah.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Ia memaparkan bahwa pengembangan pembelajaran di MAN 2 Bantul dirancang secara sistematis, mulai dari perencanaan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi yang berorientasi pada kompetensi akademik dan keterampilan. “Kurikulum kami dirancang fleksibel dan adaptif. Selain penguatan mata pelajaran, peserta didik juga dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga lulusan memiliki lebih banyak pilihan masa depan,” jelas Fitria.
Dalam sesi diskusi, berbagai topik dibahas, mulai dari strategi pengelolaan madrasah, penguatan budaya kerja, peran wakil kepala madrasah, hingga integrasi program keterampilan dalam pembelajaran. Diskusi berlangsung interaktif, dengan saling berbagi pengalaman dan pandangan. Kegiatan survei ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif bagi terjalinnya kerja sama antara SMA Susukan Kabupaten Semarang dan MAN 2 Bantul. Ke depan, studi tiru yang lebih komprehensif diharapkan dapat memberikan inspirasi dan referensi bagi pengembangan program pendidikan berbasis keterampilan di SMA Susukan.
Dengan adanya kegiatan ini, MAN 2 Bantul kembali menegaskan perannya sebagai madrasah rujukan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan keterampilan abad ke-21, serta terbuka untuk berkolaborasi demi kemajuan pendidikan nasional. (ith)