Siswa Kelas VIIF MTsN 6 Bantul Selami Filosofi "Napas Kita dari Rimba" dalam Pembelajaran IPS
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Siswa kelas VIIF MTsN 6 Bantul mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menyentuh sisi humanis dan ekologis pada Rabu (7/1/2026). Mengangkat tema "Napas Kita dari Rimba", kegiatan yang berlangsung di ruang kelas VIIF ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai materi Sumber Daya Alam (SDA) hutan. Fokus utama pembelajaran ini adalah menumbuhkan kesadaran kolektif siswa bahwa hutan bukan sekadar kumpulan pohon yang letaknya jauh dari pemukiman, melainkan fondasi utama penyokong kehidupan manusia setiap detiknya.
Guru IPS kelas VII MTsN 6 Bantul, Dias Novitasari, mengawali sesi dengan sebuah instruksi yang menenangkan. Dias Novitasari meminta seluruh siswa untuk memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya secara perlahan. Suasana kelas yang semula riuh seketika berubah menjadi hening dan reflektif. Metode ini digunakan sebagai pintu masuk untuk mengoneksikan kondisi fisik siswa dengan keberadaan hutan yang sering kali dianggap terpisah dari kehidupan sehari-hari di wilayah perkotaan atau perdesaan.
Dalam narasi yang disampaikan secara persuasif, Dias Novitasari menjelaskan bahwa setiap unsur kehidupan yang dinikmati siswa saat ini memiliki keterkaitan erat dengan kelestarian hutan.
"Anak-anak, oksigen yang baru saja menyegarkan paru-paru kalian, meja yang kalian gunakan untuk menulis, hingga air yang kalian minum pagi ini, semuanya bermula dari ketenangan sebuah hutan," ujar guru IPS kelas VII MTsN 6 Bantul Dias Novitasari di depan para siswa yang menyimak dengan saksama. Penjelasan ini berhasil mengubah sudut pandang siswa dalam melihat fungsi ekonomi dan ekologis hutan secara lebih personal.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah paradigma siswa dalam memperlakukan lingkungan di masa depan. Melalui pendekatan reflektif "Napas Kita dari Rimba", MTsN 6 Bantul berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan nurani terhadap isu-isu lingkungan. Pembelajaran ditutup dengan diskusi interaktif mengenai langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan siswa untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dari lingkungan terdekat mereka. (dns)