Perkuat Mutu dan Karakter, MAN 2 Bantul Gelar Uji Publik Kurikulum 2026/2027
Bantul (MAN 2 Bantul) — Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan MAN 2 Bantul melalui penyelenggaraan Uji Publik Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Selasa (21/4/2026) di Aula madrasah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyempurnakan kurikulum agar mampu melahirkan lulusan yang unggul sekaligus berkarakter kuat di tengah dinamika zaman.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kepala madrasah, pengawas, akademisi, hingga perwakilan orang tua siswa. Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam merancang kurikulum yang relevan dan adaptif. Menurutnya, uji publik menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan kebutuhan peserta didik dengan perkembangan pendidikan masa kini.
Sebagai narasumber, Anita Isdarmini dari Kanwil Kemenag DIY memberikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan MAN 2 Bantul. Ia menilai kegiatan ini sebagai terobosan penting dalam meningkatkan kualitas lulusan. Ia juga menekankan perlunya inovasi dalam pembelajaran, seperti penggunaan kuis atau permainan agar proses belajar lebih menarik, serta penataan sistem blok yang lebih terstruktur dan efektif. Menurutnya, esensi utama kurikulum tetap terletak pada pembentukan karakter peserta didik.
Pengawas madrasah, Heni Prilantari, turut menyoroti pentingnya evaluasi berkelanjutan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Ia menegaskan bahwa program yang dirancang harus selaras dengan fokus yang ditetapkan, misalnya berbasis literasi, serta mengikuti regulasi yang berlaku. Selain itu, pelaksanaan kegiatan kokurikuler juga perlu dirancang dengan target capaian yang jelas dan terukur.
Pandangan akademis disampaikan oleh Muqowim yang menekankan bahwa kurikulum sejatinya adalah rangkaian pengalaman dan pengetahuan yang dirancang untuk membentuk profil ideal peserta didik. Ia mengapresiasi struktur kurikulum yang sudah baik, namun mengingatkan pentingnya konsistensi dalam aspek teknis.
Dari sisi komite madrasah, Isnan menekankan pentingnya evaluasi berbasis data dalam setiap perencanaan program. Ia menyebut bahwa keberhasilan kurikulum perlu diukur secara jelas agar pengembangannya lebih terarah.
Sementara itu, suara positif juga datang dari peserta didik dan wali siswa. Febrianto mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga melalui sistem pembelajaran yang diterapkan, sementara Santi Retno Listiana menilai program di MAN 2 Bantul telah berjalan sesuai minat dan kebutuhan siswa, bahkan mampu membekali mereka dengan keterampilan praktis.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif dan berkualitas. Diharapkan, kurikulum yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk generasi yang berakhlak, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
/rys