Perkuat Budaya Ilmiah, Dua Alumni MAN 4 Bantul Gelar Mentoring Riset Intensif
Bantul (MAN 4 Bantul) — Suasana Laboratorium Komputer sebelah barat MAN 4 Bantul pada Jumat (06/03/2026) tampak berbeda dari biasanya. Di antara deretan komputer dan layar yang menyala, sekelompok siswa kelas X dan XI berkumpul dengan penuh semangat. Mereka tidak sedang mengikuti pembelajaran rutin, melainkan mengikuti sesi mentoring riset bersama dua alumni berprestasi madrasah, Nailil Khilma dan Naurah Zauzanit.
Kehadiran kedua alumni tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antara madrasah dan lulusannya tidak berhenti saat kelulusan. MAN 4 Bantul terus membangun jembatan kolaborasi dengan para alumni, salah satunya melalui keterlibatan mereka dalam pembinaan akademik bagi siswa.
Saat ini, sebanyak 11 tim siswa MAN 4 Bantul tengah dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2026 (OPSI), sebuah ajang nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kompetisi ini menjadi wadah strategis dalam menumbuhkan budaya penelitian, inovasi, dan kreativitas di kalangan siswa.
Dalam sesi mentoring, Nailil dan Naurah membagikan pengalaman mereka mulai dari penyusunan proposal penelitian, penguatan metode riset, hingga strategi agar karya ilmiah mampu bersaing di tingkat nasional. Diskusi berlangsung interaktif, santai namun tetap fokus ketika membahas substansi penelitian.
Koordinator riset MAN 4 Bantul, Mpu Tabah Chalifatah Aji, menyampaikan bahwa keterlibatan alumni menjadi bagian penting dalam membangun tradisi riset di madrasah.
“Kolaborasi ini sangat berarti. Alumni yang pernah melalui proses yang sama tentu memahami tantangan yang dihadapi siswa. Dengan bimbingan mereka, kami berharap tim riset MAN 4 Bantul semakin siap dan mampu lolos dalam seleksi OPSI 2026,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, madrasah tidak hanya mempersiapkan siswa untuk menghadapi kompetisi, tetapi juga menanamkan nilai bahwa ilmu pengetahuan adalah proses berkelanjutan yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di ruang laboratorium yang sederhana itu, mimpi-mimpi baru sedang dirajut. Kehadiran para alumni menjadi lentera yang menerangi langkah para siswa dalam menapaki jalan panjang dunia penelitian. (lel/ica)-al