Tingkatkan Literasi Kecerdasan Buatan, Guru MAN 3 Bantul Ikuti Program Pelatihan Telkomsel Terpujilah Guru
Bantul (MAN 3 Bantul) – Peningkatan kompetensi digital bagi tenaga pendidik kini menjadi fokus utama demi menyelaraskan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi terkini. Hal ini menjadi perhatian bagi guru MAN 3 Bantul untuk senantiasa megembangkan kompetensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu guru MAN 3 Bantul, Yani Tri Harsiwi mengambil bagian dalam program pelatihan digital yang mengusung tema kecerdasan buatan (AI), Telkomsel Terpujilah Guru. Kegiatan ini digelar di The Ratan, Jalan Ringroad Selatan Nomor 93, Glugo, Panggungharjo, Sewon, Selasa (20/05/2026).
Program ini diikuti oleh para pendidik yang berasal dari berbagai jenjang satuan pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah, hingga Sekolah Menengah Kejuruan yang tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Keikutsertaan Yani Tri Harsiwi, guru Geografi MAN 3 Bantul dalam ajang ini merupakan bentuk komitmen dalam mengembangkan kompetensi untuk menghadapi kemajuan teknologi pendidikan yang terus berkembang pesat.
Kehadiran berbagai narasumber ahli dan pemangku kepentingan teknologi pendidikan menjadi kekuatan utama kegiatan ini, di antaranya Nusa Prasetya selaku Manager Mobile Consumer Branch Yogyakarta, Winta T. Satwikasanti selaku Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Danang Juffry selaku Community Manager Indonesia dan Brunei Google, serta Harry Mawardi selaku Master Trainer IIRC. Keberagaman latar belakang pembicara ini menghadirkan wawasan komprehensif, mulai dari pengembangan infrastruktur digital, penerapan desain dalam pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi canggih berbasis kecerdasan buatan.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama menjadi akselerator literasi kecerdasan buatan (AI) bagi tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, serta mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah masing-masing. Melalui program ini, Telkomsel berkomitmen mendukung para guru untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan digital ke dalam proses pembelajaran, sejalan dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan yang semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi modern di setiap tingkatan jenjang pendidikan. Nusa Prasetya dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Telkomsel senantiasa berupaya menghadirkan ekosistem yang memungkinkan pendidik dan peserta didik terhubung dengan akses informasi tanpa batas namun tetap aman dan terarah.
Dalam sesi materi dan diskusi, Winta T. Satwikasanti mengajak para guru untuk memandang pembelajaran sebagai sebuah karya desain yang harus terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Sementara itu, Danang Juffry memaparkan berbagai alat dan layanan teknologi yang dikembangkan Google untuk mendukung kreativitas dan produktivitas di ruang kelas, menekankan bahwa teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti peran guru. Di sesi pelatihan teknis, Harry Mawardi selaku Master Trainer IIRC memandu peserta secara langsung dalam mempraktikkan cara mengakses, menyaring, dan mengembangkan materi ajar berbasis digital agar lebih interaktif dan bermakna.
Secara teknis, peserta yang mewakili beragam jenjang pendidikan tersebut dibekali dengan berbagai sarana pendukung pengembangan kompetensi, antara lain modul pembelajaran siap pakai, ruang belajar kolaboratif, serta wadah komunitas untuk berbagi praktik baik antar pendidik lintas jenjang. Seluruh fasilitas tersebut didukung oleh ekosistem layanan Telkomsel yang lengkap, mulai dari jaringan konektivitas yang luas, berbagai alat bantu berbasis kecerdasan buatan, hingga beragam platform pembelajaran digital. Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi tenaga pendidik di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mendapatkan materi dan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Yani Tri Harsiwi mengungkapkan kegiatan yang diikutinya dalam rangkaian program Telkomsel Terpujilah Guru semakin meningkatkan wawasan untuk megembangkan pembelajaran kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
“Melalui kegiatan Telkomsel Terpujilah Guru ini, saya memperoleh banyak wawasan baru terkait pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini, terutama dalam menciptakan kelas yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakter peserta didik di era digital,” ungkap Yani.
“Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memotivasi saya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital. Saya berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan madrasah sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di MAN 3 Bantul,” imbuhhnya. (ris/sal)