Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu Sosialisasikan Rashdul Qiblat kepada Warga Pendul Argorejo
Bantul (KUA Sedayu) – Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu, Jamilludin, melaksanakan sosialisasi fenomena Rashdul Qiblat kepada kelompok sasaran di Padukuhan Pendul, Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Senin (13/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Padukuhan Pendul tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan rutin penyuluhan agama Islam dan mendapat antusiasme dari para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Jamilludin menjelaskan bahwa Rashdul Qiblat merupakan fenomena astronomi ketika Matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga arah bayangan benda yang terbentuk dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah kiblat secara akurat. Menurutnya, metode ini merupakan cara sederhana namun memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi apabila dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak memerlukan alat-alat khusus untuk melakukan pengukuran arah kiblat. Cukup menggunakan benda yang berdiri tegak lurus, seperti tongkat, tiang, benang berbeban (bandul), atau benda sejenis, kemudian diletakkan pada permukaan yang benar-benar datar. Selain itu, diperlukan jam yang telah disinkronkan dengan waktu resmi BMKG agar pengamatan dilakukan tepat pada waktunya, serta alat tulis untuk menandai ujung bayangan yang terbentuk.
Jamilludin juga mempraktikkan langkah-langkah sederhana pengukuran arah kiblat kepada para peserta agar masyarakat dapat langsung menerapkannya di rumah maupun di lingkungan masjid dan musala.
“Bapak dan Ibu, mari kita bersama-sama mempraktikkan cara mengukur arah kiblat secara serentak pada tanggal 15–16 Juli 2026 tepat pukul 16.27 WIB Kesempatan ini hanya terjadi pada waktu tertentu, sehingga sangat baik dimanfaatkan untuk memastikan kembali arah kiblat di rumah maupun tempat ibadah,” ujar Jamilludin.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sekaligus memberikan keterampilan praktis agar masyarakat mampu melakukan pengecekan secara mandiri dengan metode yang ilmiah dan mudah dipahami.
Sementara itu, Kepala KUA Sedayu, Syahril Sidiq, mengajak seluruh takmir masjid, pengurus musala, lembaga pendidikan Islam, serta masyarakat luas untuk mendukung dan menyukseskan gerakan nasional Rashdul Qiblat yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program tersebut menargetkan pelaksanaan pengamatan secara serentak di 1.448 titik lokasi di seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan akurasi arah kiblat tempat ibadah.
“Momentum Rashdul Qiblat ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk memastikan kembali arah kiblat di masjid, musala, maupun rumah. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, kita berharap target nasional dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah,” ungkap Syahril.
Supriyati, salah seorang peserta sosialisasi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat jelas, mudah dipahami, dan memberikan pengetahuan baru mengenai cara menentukan arah kiblat tanpa memerlukan alat yang rumit.
“Selama ini kami belum mengetahui bahwa menentukan arah kiblat bisa dilakukan dengan memanfaatkan bayangan matahari. Penjelasan yang diberikan sangat mudah dipahami, sehingga kami siap mempraktikkannya pada tanggal 15–16 Juli nanti bersama warga lainnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Sedayu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat serta mampu melakukan pengukuran secara mandiri. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan yang berkualitas melalui edukasi berbasis ilmu falak kepada masyarakat. (Jml)