Penyuluh Agama Hindu Bantul, I Gede Suwardana Ikuti Practice Peace Building Pemuda Asia Tenggara untuk Kemanusiaan 2025 di Filipina
Davao City, Filipina (Kankemenag Bantul) — Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bantul, I Gede Suwardana, menjadi salah satu peserta terpilih dalam kegiatan Practice Peace Building Pemuda Asia Tenggara untuk Kemanusiaan tahun 2025 yang berlangsung bersamaan dengan Seminggu Festival Mindanau untuk Kedamaian di Go Hotel Lanang Davao City, Philippines dan Island Garden City of Samal (IGaCos), Philippines pada Sabtu–Jumat (22–28/11/2025).
Kegiatan berskala internasional ini mempertemukan para pemimpin muda, aktivis kemanusiaan, serta penggerak lintas agama dari berbagai negara Asia Tenggara untuk memperkuat kerja sama, memperdalam isu perdamaian, serta membangun jejaring dialog antar-agama dan antarbudaya.
Wakili Yogyakarta dan Kementerian Agama
Selain berstatus sebagai Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bantul, I Gede Suwardana juga hadir sebagai Ketua Pemuda Asia Tenggara untuk Kemanusiaan (Southeast Asia Youth for Humanity / SEAY4H) Cabang Yogyakarta. Ia turut dalam rombongan Indonesia bersama tiga peserta lain yang berasal dari berbagai unsur, yakni penulis, aktivis NGO pemerhati anak-anak, dan perwakilan dari Andika Foundation.
Kehadiran I Gede Suwardana dalam kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena ia merupakan satu-satunya peserta yang mewakili Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan kontribusi aktif Kemenag dalam mendorong diplomasi perdamaian, penguatan toleransi, serta keterlibatan pemuda dalam kerja-kerja kemanusiaan internasional.
Peran Lintas Agama dalam Pembukaan
Pada prosesi pembukaan, I Gede Suwardana didapuk sebagai perwakilan pendoa lintas agama, mengawali kegiatan secara simbolis dan spiritual sebagai penegasan komitmen kerukunan antarumat beragama.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Penguasa Wilayah Island Garden City of Samal, yang juga akan menjadi salah satu pembicara utama selama kegiatan berlangsung. Ia memberikan apresiasi terhadap keterlibatan pemuda Asia Tenggara dalam program pembangunan perdamaian dan membangun relasi kemanusiaan lintas batas negara, etnis, dan kepercayaan.
Didukung Berbagai Lembaga Internasional
Kegiatan internasional ini terselenggara atas dukungan pendanaan dari KAICIID Dialogue Center, bekerja sama dengan Ateneo de Davao University, Al Qalam Institute, dan SEAY4H (Southeast Asia Youth For Humanity). Selama sepekan, para peserta akan mengikuti rangkaian agenda berupa workshop, sesi dialog lintas budaya, kunjungan lapangan, serta kolaborasi program perdamaian antarnegara.
Harapan untuk Moderasi Beragama dan Toleransi
Melalui keikutsertaannya, I Gede Suwardana menyampaikan harapan agar program ini menjadi inspirasi bagi peningkatan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan moderasi beragama di Indonesia, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.
“Program ini menjadi ruang yang sangat penting bagi pemuda lintas negara untuk belajar membangun perdamaian sejak akar rumput. Saya berharap hasil kegiatan ini dapat membawa energi positif untuk penguatan toleransi, kemanusiaan, dan moderasi beragama, yang merupakan program prioritas Kementerian Agama RI,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga didorong untuk merancang rencana aksi yang nantinya dapat diterapkan di daerah masing-masing, sehingga kontribusi terhadap perdamaian tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata di masyarakat.
Kegiatan Practice Peace Building Pemuda Asia Tenggara untuk Kemanusiaan 2025 diharapkan memperkuat jejaring anak muda dari berbagai negara dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan humanis, serta menjadi momentum penting bagi perwakilan Indonesia, khususnya dari Kementerian Agama, untuk terus mempromosikan nilai-nilai harmoni, kolaborasi, dan keberagaman. (Dnd)