Pengawas Dampingi MI Bismillah Tahfidzul Qur’an dalam Uji Publik Kurikulum
Bantul (Kankemenag) - Jumat (25/07/2025), bertempat di aula madrasah, MI Bismillah Tahfidzul Qur’an melaksanakan Uji Publik Kurikulum tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan dihadiri oleh pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif, komite, kepala madrasah, guru dan karyawan, perwakilan orang tua murid.
Kepala Madrasah, Haris Azizah menyampaikan bahwa MI Bismillah merupakan madrasah yang masih baru. Saat ini Tahun Ajaran Baru 2025/2026 sampai tiga jenjang dan sudah mempunyai 4 rombel dengan jumlah siswa 80 orang. Selanjutnya, ia menjabarkan dan mempresentasikan draf kurikulum secara rinci dan lengkap mulai Bab I hingga V dan dilanjutkan dengan tanggapan dari peserta uji publik dan tanya jawab interaktif.
Faozan selaku wakil dari LP Ma’arif menyampaikan bahwa draf kurikulum sudah lengkap dan sebaiknya tahun yang akan peserta dikasih sebelum pelaksanaan uji publik. Lebih jauh ia menyampaikan analisis sumber daya alam di MI Bismillah sangat potensial sekali untuk pembelajaran bermakna. "Mohon dipergunakan dalam pembelajaran. Secara global draf kurikulum lebih baqus dari tahun sebelumnya," ucapnya.
Perwakilan dari Ma’arif yang lain, Aslihatul Latifah juga mengharapkan kurikulum yang sudah lengkap harus dilaksanakan dan apa yang dilaksanakan sebaiknya juga tertulis di kurikulum. Juga menyoroti tentang struktur kurikulum yang ke khasannya ma’arif tentang mapel Aswaja atau Ke NU-an. "Kurikulum sudah disusun, tinggal teknik untuk menyampaikan dan melaksanakannya. Ruh guru dalam menyampaikan pembelajaran lebih penting dari sosok guru itu sendiri. Harapannya alumni dari sini menjadi kader-kader aswaja yang militan," tandasnya.
Suhadi sebagai Pembina Yayasan menyampaikan bahwa pembentukan karakter di madrasah ini harus kita munculkan. "Dimulai dari gurunya dulu. Mungkin perlu dimunculkan pengurus NU dari ranting sampai MWC dalam kemitraan," kata Suhadi. Ia berharap pada wali murid untuk memberikan saran demi terwujudnya visi misi madrasah. Juga mohon doa semoga mi ini bisa mengemban tugas sebagai madrasah yang mencetak anak sholih sholikhah.
Rini Astuti, selaku pengawas juga ikut memberi tanggapaan atas masukan dari peserta uji publik. Sebagai pendamping madrasah, ia mengapresiasi keluarga besar MI Bismillah yang sudah mengadakan Uji publik ini. Selanjutnya Rini juga memberikan beberapa masukan dan saran demi sempurnanya kurikulum yang disusun. "Harapannya setelah uji publik ini kurikulum segera direvisi sesuai regulasi yang baru juga disesuaikan dengan masukan peserta yang hadir dan dilengkapi dengan lampiran-lampirannya. Kemudian setelah lengkap baru dimintakan pengesahan kepala kantor Kemenag Bantul," jelasnya.
Muhsin, perwakilan wali murid berharap apa yang direncanakan dan diprogramkan terlaksana dengan sebaik-baiknya, terutama Tahfidzul Qur’an. "Sebaiknya cari guru Qur’an yang bersanad dan ada waktu lain untuk meenjembatani anak bisa khatam Qur’an," tuturnya.
Witarso Salah satu wakil dari komite mengusulkan untuk diperbaiki kriteria kepribadian minimal baik. Ia menyarankan juga anak dilatih untuk menanam tumbuhan khususnya sayuran dan buah. Kegiatan diakhiri dengan foto Bersama peserta. (Rin)