Integrasikan Nilai Islam dan Teknologi, MAN 2 Bantul Tanamkan Semangat Wirausaha Sejak Dini
Bantul (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali peserta didik dengan nilai-nilai kewirausahaan berbasis karakter Islam. Melalui kegiatan bertema “Sukses Menjadi Wirausaha dengan Belajar dari Kisah Abdurrahman bin Auf”, siswa kelas XI Program Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mendapatkan inspirasi dan pembelajaran mendalam tentang bagaimana membangun semangat wirausaha sejak dini.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (22/07/2025) ini bertempat di MAN 2 Bantul dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XI Prodistik. Dengan penuh semangat, para siswa mengikuti setiap rangkaian acara yang dikemas secara menarik, edukatif, dan reflektif. Berbeda dari pelatihan kewirausahaan konvensional, kegiatan ini mengangkat sosok sahabat Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf, sebagai tokoh utama yang dijadikan inspirasi dan model keteladanan dalam dunia bisnis yang berlandaskan keimanan.
Dalam pemaparannya, narasumber dari tim guru Prodistik menjelaskan bahwa Abdurrahman bin Auf merupakan contoh nyata seorang wirausahawan Muslim yang sukses tidak hanya secara finansial, tetapi juga dalam hal moral dan sosial. Ia memulai hidup dari nol setelah hijrah ke Madinah, namun dengan keuletan, kejujuran, dan kecerdasan membaca peluang, ia menjadi salah satu sahabat Nabi yang paling kaya dan dermawan.
Lima kunci sukses Abdurrahman bin Auf adalah 1) Melakukan Riset Pasar Sebelum Berdagang; 2) Fokus Tingkatkan Volume Penjualan (Abdurrahman bin Auf lebih memilih keuntungan kecil namun berkelanjutan); 3) Menghindari Pembayaran Secara Kredit; 4) Menjaga Kualitas Produk; 5) kerjasama dalam dunia bisnis. Prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda, khususnya siswa Prodistik yang kelak akan terjun ke dunia digital dan bisnis teknologi informasi.
Kegiatan ini tidak hanya menyajikan materi ceramah, tetapi juga melibatkan diskusi interaktif, penayangan video edukatif, serta sesi refleksi pribadi. Para siswa diajak untuk menggali nilai-nilai wirausaha Islami dan merancang ide usaha berbasis teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga membawa nilai kebermanfaatan. Beberapa kelompok siswa bahkan mempresentasikan gagasan startup sederhana yang memadukan aplikasi digital dengan solusi sosial di masyarakat.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun generasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan teknologi, tetapi juga memiliki karakter mulia dan semangat berbagi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan bahwa menjadi wirausahawan tidak sekadar mengejar profit, tapi juga keberkahan. Sosok Abdurrahman bin Auf sangat relevan sebagai teladan siswa Prodistik dalam membangun mental entrepreneur yang Islami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara keterampilan teknologi yang diasah dalam program Prodistik dan nilai-nilai kewirausahaan berbasis Islam akan menjadi kekuatan besar bagi siswa MAN 2 Bantul di masa depan. “Kami berharap anak-anak tidak hanya siap bekerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dengan solusi berbasis teknologi yang beretika,” tambahnya.
Salah satu peserta, Miftahul Jannah dari kelas XI D mengaku terinspirasi oleh kisah Abdurrahman bin Auf. “Dari beliau saya belajar bahwa kekayaan itu bukan tujuan utama, tapi alat untuk membantu lebih banyak orang. Saya ingin membangun aplikasi yang bisa membantu UMKM lokal memasarkan produknya dengan lebih luas,” tuturnya penuh semangat.
Dengan semangat dari kisah para sahabat Rasulullah, MAN 2 Bantul berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga kaya nilai, berjiwa pemimpin, dan siap bersaing di era global. (FES)