Inovator Muda MAN 3 Bantul Raih Penghargaan Juara Bersama Budaya Go! Kementerian Kebudayaan RI
Bantul (MAN 3 Bantul) - Prestasi membanggakan ditorehkan siswa MAN 3 Bantul (Mantaba) dalam ajang Kompetisi Inovasi Digital Budaya (Budaya Go!) 2025. Tiga siswa yang tergabung dalam Excellent Entrepreneurs Club (EEC) MAN 3 Bantul, Muhammad Iqwan (XI-D), Muhammad Fauzan (XI-E), dan Sheelaa Florida Faaza (XII-C) bersama dua inovator lain dalam Tim Giriloyo Immersive berhasil melaju final hingga sukses meraih juara bersama. Tim Giriloyo Immersive yang terdiri dari lima inovator muda ini menjadi satu-satunya tim kategori pelajar/mahasiswa dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang lolos hingga tahap final. Unggul dari berbagai sekolah dan universitas ternama di DIY.
Ajang bergengsi Budaya Go! yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjadi platform kompetisi yang mendorong ruang inovasi dan kolaborasi, dengan menghubungkan kekayaan budaya Indonesia dengan ekosistem digital. Tim Giriloyo Immersive bersama 626 tim melewati proses kurasi bertingkat serta tahap pendalaman dan mentoring bersama 12 ahli di bidang konten budaya dan teknologi digital. Hingga lolos menjadi satu di antara sepuluh finalis tingkat basional dan berhasil meraih penghargaan Juara Bersama (Top 10). Pengumuman pemenang anugerah Budaya Go! digelar di Gedung Filateli Jakarta (Pos Bloc), Jakarta Pusat, Ahad (07/12/2025).
Penghargaan tersebut diraih setelah para inovator muda ini mempresentasikan produk DIGIRI, Inovasi Web 3.0 Terintegrasi NFT, AI dan Game yang mengangkat kekayaan budaya Wukirsari. Inovasi tersebut dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mengubah alur ekonomi batik dari sekadar komoditas transaksional menjadi aset seni bernilai tinggi. Inovasi ini telah mendapatkan dukungan resmi berupa Certificate of Recognition dari Lurah Wukirsari dan Ketua Paguyuban Batik Giriloyo sebagai langkah strategis digitalisasi ekonomi budaya desa. Dengan target pasar wisatawan domestik maupun mancanegara serta kolektor seni, DIGIRI memproyeksikan peningkatan pendapatan pengrajin lokal hingga 7-10 kali lipat melalui penjualan karya premium yang tervalidasi.
Proses penyusunan produk hingga demo dan penampilan presentasi dihadapan juri telah membuahkan hasil membanggakan dengan meraih juara bersama tingkat nasional. Adapaun juri dalam ajang ini, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo; Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Prananda Luffiansyah Malasan; Technical Program Manager in a Digital Bank in Indonesia, Febria Roostita Dwi. Suasana haru dirasakan Iqwan, Fauzan, Sheelaa beserta tim yang dapat menampilkan produk inovasi digital hingga final ajang Budaya Go! 2025.
"Alhamdulillah, puji syukur tak henti-hentinya kami panjatkan atas kesuksesan dalam kompetisi nasional Budaya Go! ini. Terima kasih atas doa restu, bimbingan bapak ibu guru orang tua, dan mentor; dukungan bapak ibu pegawai, keluarga, dan seluruh keluarga besar MAN 3 Bantul,” ungkap Iqwan.
“Kami sangat terharu sampai di titik ini. Doa dan dukungan bapak ibu guru, pembimbing, keluarga, dan seluruh keluarga besar MAN 3 Bantul menguatkan kami hingga dapat meraih anugerah Juara Bersama Budaya Go! 2025. Semoga karya yang tercipta ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas," imbuh Fauzan.
Senada dengan Iqwan dan Fauzan, Sheelaa Florida Faaza mengungkapkan rasa syukurnya. “Bersyukur sekali dapat melalui tahap demi tahap hingga final Budaya Go! 2025. Kesempatan ini memberikan pengalaman luar biasa bagi saya untuk semangat dalam mengembangkan kekayaan budaya Indonesia,” ungkap Sheelaa.
Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto mengungkapkan apresiasi atas raihan prestasi Tim EEC MAN 3 Bantul, “MasyaAllah bangga dengan anak-anak yang meraih anugerah penghargaan dalam kompetisi Budaya Go! 2025. Anak-anak penuh semangat mempersiapkan produk untuk memajukan budaya daerah. Karya tersebut sangat bermanfaat untuk pengempangan pariwisata Wukirsari dan penghargaan ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi di MAN 3 Bantul untuk semangat dalam berkreasi dan berpretasi. Selamat untuk Ananda Iqwan, Ananda Fauzan, Ananda Sheelaa beserta tim,” tutur Suyanto.
Guru pembimbing EEC MAN 3 Bantul, Ismaryati bangga atas raihan anak-anak didiknya. "Kami bersyukur dan bangga dengan anak-anak kami yang penuh semangat dalam mengembangkan inovasi. Anak-anak totalitas dalam menyusun karyanya. Berbagai kesematan mereka coba hingga kali ini menuai buah manis anugerah penghargaan dari Kementerian Kebudayaan RI," ungkap Isma. (sal)