Lompat ke isi utama
x
MTsN 4 Bantul

Guru MTsN 4 Bantul Mengikuti Pembinaan dan Workshop Deep Learning

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 24 July 2025

Bantul (MTsN 4 Bantul) - Guru MTsN 4 Bantul mengikuti pembinaan sebelum mengikuti Workshop Deep Learning yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja MTs Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kerja sama dengan Penerbit Erlangga Yogyakarta, Selasa (22/07/2025) di Gedung Erlangga lantai III. Guru MTsN 4 Bantul yang mengikuti pembinaan adalah Kepala Madrasah, Sugeng Muhari; Guru Bahasa Indonesia, Suratmi; dan Wakakur RR. Mudy Astuti Wiraningrum.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan ini adalah Musa Surahman, Kepala MTsN 1 Yogyakarta. Dalam laporannya Musa menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh madrasah negeri se-DIY dan ditambah 10 madrasah swasta. "Kegiatan ini sudah direncanakan KKMTs Bulan Juli di Pantai Jungwok Gunung Kidul. Sebetulnya kita akan mengadakan kegiatan ini sebelum tahun ajaran baru atau di awal tahun ajaran baru tetapi karena beberapa kesibukan maka baru terealisasi hai ini," tegas Musa.

Pembinaan  disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Dikmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY), Abd. Su'ud yang dalam pembinaannya menyampaikan dua hal terkait mutasi dan rotasi guru maupun kepala madrasah. "Ada dua pesan yang haru kepala dan guru ketahui, pertama jangan mengubah branding madrasah yang ada di madrasah baru. Tugas guru justru harus menguatkan branding madrasah tersebut. Kedua saya memberikan apresiasi kepada ketua dan kawan-kawan yang sudah mulai menangkap perubahan yang ada. Kita tidak boleh dengan mindset lama termasuk dengan deep learning ini," ungkap Su'ud. 

Selain dua hal tersebut, Su'ud juga menyampaikan bahwa apapun kebijakan pendidikan selalu berfokus pada guru. "Yang menjadi poin utama adalah guru. Sedangkan yang akan mengawal deep learning berhasil atau tidaknya di madrasah adalah kepala madrasah dan pengawas madrasah. Deep Learning adalah penguatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Tiga prinsip yang utama dalam deep learning atau pembelajaran mendalam adalah mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning," tambahnya.

MTsN 4 Bantul

Usai pembinaan, dilanjutkan workshop deep learning. Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan bekal kepada guru tentang pembelajaran mendalam. Setelah mengikuti workshop diharapkan guru nantinya mampu menerapkan deep learning dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Agung Tri Laksono, selaku pemateri workshop menekankan bahwa di dalam deep learning, guru harus menghadirkan realita. Selanjutnya siswa akan berdiskusi dengan realita tersebut dan melakukan penelusuran. "Biarkan siswa berdiskusi untuk menemukan apa yang akan dicapai dalam capaian pembelajaran. Guru hanya membantu jika murid ada yang mengalami kesulitan," ungkap Agung.

Agung juga memberikan contoh penerapan pembelajaran mendalam dalam mata pelajaran IPA, Matematika, dan Penjaskes atau Olahraga. Pada sesi pertanyaan banyak guru yang bertanya terkait deep learning tersebut. Semangat bertanya mereka semakin meningkat karena selain deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang baru, ketika ada guru yang bertanya mereka mendapat hadiah buku dari Agung.

Agung menjelaskan dengan detail ketika ada guru yang bertanya, seperti pertanyaan terkait langkah-langkah dalam deep learning. Ia menegaskan bahwa ada 3 langkah atau tahapan dalam deep learning yaitu pertama memahami atau pemahaman konsep, kedua aplikasi atau penerapan dan yang ketiga adalah refleksi atau evaluasi. 

Workshop berjalan dengan lancar. Suasana workshop terlihat sangat hidup. Semua peserta juga mengikuti dengan penuh konsentrasi. (rtm).