Guru MIN 2 Bantul Ikuti Workshop Deep Learning: Strategi Pembelajaran yang Menyentuh Hati
Yogyakarta (MIN 2 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman guru tentang strategi pembelajaran yang menyentuh hati, Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Deep Learning bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah, pada Selasa (29/7).
Kegiatan yang digelar di Aula Kanwil Kemenag DIY, Jl. Sukonandi No. 8 Yogyakarta ini diikuti oleh perwakilan guru-guru Madrasah Ibtidaiyah dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Workshop ini diselenggarakan atas kerja sama dengan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta Tahun 2025.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kasi Tenaga Kependidikan Kanwil Kemenag DIY, Jauhar Mukhlis Salistyanta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa deep learning atau pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini, yang tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyentuh hati dan membentuk karakter.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah demonstrasi pembelajaran deep learning oleh Septy Andari Putri, yang memperlihatkan bagaimana pembelajaran dapat dirancang dengan pendekatan yang bermakna, reflektif, dan membangun koneksi emosional antara guru dan siswa. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi, refleksi, dan ditutup dengan rangkuman pembelajaran yang diperoleh.
MIN 2 Bantul mengirimkan Didik Sutopo sebagai perwakilan dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh dari workshop ini akan menjadi inspirasi untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih menyentuh dan membentuk kepribadian siswa secara utuh.
Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini bertujuan agar guru dapat memperluas wawasan dan menerapkan strategi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif siswa.
“Guru yang baik tidak hanya mengajar dengan kepala, tetapi juga dengan hati. Strategi pembelajaran mendalam diharapkan mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang berkarakter, reflektif, dan mampu berpikir kritis,” ujarnya.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru madrasah, khususnya di MIN 2 Bantul, mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang inspiratif dan menyentuh hati, demi mencetak generasi madrasah yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. (Zul)