Guru IPS Ikuti Webinar Tunas Hijau Seri #276 Bahas Implementasi Kota Layak Anak
Bantul (MTs N 6 Bantul) - Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengikuti Webinar Tunas Hijau Seri #276 yang mengangkat diskusi tentang implementasi Kota Layak Anak (KLA) di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring pada Sabtu (10/01) pukul 12.00–15.00 WIB melalui platform resmi Tunas Hijau (tunashijau.id).
Webinar ini berfokus pada penguatan konsep Kota Layak Anak, yaitu sebuah pendekatan pembangunan kota yang menekankan perlindungan hak anak serta penciptaan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam diskusi disampaikan bahwa KLA mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan kota, memperkuat budaya pengasuhan positif, serta memastikan akses anak terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan ruang publik yang ramah anak.
Tujuan utama webinar ini adalah menjelaskan strategi pengembangan Kota Layak Anak di tingkat nasional dan global, membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha, serta menyampaikan praktik-praktik baik dari berbagai kota di Indonesia dan pengalaman global melalui jejaring internasional seperti UNICEF.
Webinar menghadirkan sejumlah pembicara kompeten di bidangnya, antara lain Endah Sri Rejeki, selaku Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Irvan Wahyudrajat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya; serta Arie Rukmantara selaku Kepala UNICEF Perwakilan Pulau Jawa. Selain itu, turut hadir Revalina Fernanda, Zahra Zahiyah Pasah, dan Naziya Putri Syafira Ariwibowo sebagai Pemenang Putri Lingkungan Hidup 2024–2025 yang berbagi pengalaman dan inspirasi peran generasi muda dalam isu lingkungan dan perlindungan anak.
Kepala MTsN 6 Bantul , Sugiyono, menyampaikan dukungannya terhadap keikutsertaan guru IPS dalam webinar ini. Ia berharap wawasan dan praktik baik yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran serta budaya madrasah, sehingga madrasah dapat berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak dan mendukung nilai-nilai Kota Layak Anak.
Melalui kegiatan ini, guru IPS diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai perlindungan hak anak, partisipasi, dan keberlanjutan ke dalam pembelajaran, sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa sebagai bagian dari generasi penerus yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan kota yang layak bagi anak.(amp-nan)