Lompat ke isi utama
x
MTsN 6 Bantul

Guru Bahasa Indonesia MTsN 6 Bantul Kemas KBM dengan Gembira

Dikirim oleh Sugiyono pada 7 January 2026

Bantul (MTsN 6 Bantul) – Suasana kelas VIID MTsN 6 Bantul saat pembelajaran Bahasa Indonesia tampak berbeda pada Rabu (7/1/2026). Tidak ada ketegangan atau wajah jenuh, yang ada justru keriuhan positif dan antusiasme tinggi dari para siswa. Hal ini berkat penerapan metode mengajar yang dibawakan oleh Rina Harwati, guru Bahasa Indonesia di madrasah tersebut.


Rina mengemas materi dengan konsep Gembira, sebuah akronim dari Gerakan Mengajar, Bermakna, Inspiratif, dan Berkesadaran. Melalui pendekatan ini, materi pelajaran yang biasanya dianggap kaku menjadi lebih dinamis dan menyenangkan bagi siswa.Fokus pembelajaran hari itu adalah melatih siswa untuk mendata informasi menggunakan unsur 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, dan How) dari sebuah peristiwa untuk disusun menjadi teks berita.


Alih-alih hanya terpaku pada buku teks, Rina mengajak siswa bergerak aktif menggunakan model pembelajaran Windows Shopping. Di sekeliling dinding kelas, telah ditempelkan berbagai poster yang memuat informasi mengenai deretan prestasi yang berhasil diraih oleh siswa-siswi MTsN 6 Bantul. Para siswa kemudian berkeliling mencermati setiap detail informasi pada poster prestasi tersebut dan mencatat poin-poin penting sesuai rumus 5W+1H.


Inovasi pembelajaran ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono. Menurutnya, inovasi yang ia dorong ini bertujuan untuk mengubah mindset pembelajaran yang selama ini dianggap menjemukan menjadi sesuatu yang menggembirakan."Alhamdulillah, inovasi Gembira menghadirkan suasana kelas yang aktif, inspiratif, bermakna, dan menggembirakan," ujar Sugiyono saat memberikan tanggapannya.Ia menambahkan bahwa dengan suasana yang mendukung, kreativitas siswa akan lebih mudah terasah.


Keaktifan siswa terlihat jelas saat mereka berdiskusi dan berlomba menemukan fakta unik dari poster-poster yang mereka kunjungi. Tanpa terasa, pembelajaran selama dua jam pelajaran berakhir dengan cepat karena para siswa sangat asyik dan aktif terlibat dalam proses KBM. Rina Harwati berharap, melalui inovasi Gembira ini, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga mampu memberikan kesadaran kepada siswa akan potensi diri mereka melalui inspirasi prestasi yang mereka baca di lingkungan madrasah sendiri. (rin)