Gaungkan Dakwah Ekologis, KUA Kretek Ajak Pasutri Menanam Pohon
Bantul (KUA Kretek) - Jumat (27/03/2026), dalam rangka memperkuat peran dakwah yang responsif terhadap isu lingkungan, KUA Kretek menggaungkan dakwah ekologis dengan mengajak pasangan suami istri (pasutri) untuk menanam pohon. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan giat Posyandu 6 SPM di Kelurahan Tirtohargo.
Melalui Program Gerbang Samawa (Gerakan Bangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah), KUA Kretek mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan menanam pohon ini menjadi salah satu strategi konkret dalam membangun kesadaran ekologis berbasis keluarga.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP Posyandu Kabupaten Bantul, Emi Masruroh Halim; Kepala Dinas PMK Kabupaten Bantul, Afif Umahatun; Panewu Kretek, Cahya Widada; Lurah Tirtohargo, Sugiyamta; Ketua TP Posyandu Tirtohargo, Tujiyem; Kepala KUA Kretek, Abu Yazid; para penyuluh agama; serta unsur lintas sektoral lainnya.
Agenda ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan The Most KUA: Move for Sakinah Maslahat di Kapanewon Kretek. Sebelumnya, program ini telah diawali dengan penyerahan bibit tanaman buah dan pohon rindang di tujuh titik wilayah pembinaan, melibatkan kader PKK dan KUA setempat.
Pada kesempatan tersebut, salah satu pasutri, Dian S., menerima secara simbolis bibit tanaman dari Emi Masruroh Halim. Bibit tersebut kemudian ditanam bersama di area taman bermain anak Kantor Kelurahan Tirtohargo, sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Panewu Kretek, Cahya Widada, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon ini merupakan langkah strategis untuk mendorong keterlibatan keluarga, khususnya pasutri, dalam menjaga lingkungan sejak dari lingkup terkecil. “Keluarga adalah fondasi utama. Ketika kesadaran lingkungan tumbuh dari keluarga, maka dampaknya akan lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Abu Yazid, menegaskan bahwa pembinaan keluarga sakinah tidak hanya berfokus pada aspek hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dan ekologis. “Melalui Program Gerbang Samawa, kami ingin menghadirkan model pembinaan keluarga yang holistik, termasuk menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, KUA Kretek berharap dakwah tidak hanya berhenti pada tataran normatif, tetapi juga mampu diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan. (R.H. Latifah)