Layanan Ukur Arah Kiblat di Kapanewon Sedayu Diminati Masyarakat
Bantul (KUA Sedayu) — Layanan pengukuran arah kiblat yang diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bantul terus mendapatkan respon positif dari masyarakat. Melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Sedayu bersama Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Kabupaten Bantul, pelayanan ukur arah kiblat kembali dilaksanakan di sejumlah masjid dan musala di wilayah Kapanewon Sedayu pada Jumat (29/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Tidak hanya memastikan ketepatan arah kiblat, layanan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah salat.
Adapun lokasi yang mendapatkan layanan ukur arah kiblat meliputi Masjid Saka Manunggal SMAN 1 Sedayu, Masjid At-Taqwa SMKN 1 Sedayu, Musala SDIT Anak Soleh, Musala Koramil Sedayu di Kalurahan Argomulyo, serta Masjid Al-Hikmah Bakal Dukuh Kalurahan Argodadi.
Tim pengukuran melakukan pengecekan menggunakan alat ukur modern dan metode astronomi yang akurat. Pengurus masjid dan warga setempat tampak antusias mengikuti proses pengukuran sekaligus mendengarkan penjelasan dari petugas mengenai dasar penentuan arah kiblat.
Salah satu petugas pengukur arah kiblat, Latifah, menjelaskan bahwa layanan ini terbuka bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, banyak masjid maupun musala yang saat ini mulai menyadari pentingnya memastikan kembali arah kiblat agar sesuai dengan kaidah ilmu falak dan ketentuan syariat.
“Layanan ini diberikan untuk masyarakat sehingga bisa mengakses dengan berkomunikasi melalui KUA setempat. Selain pengukuran, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya ketepatan arah kiblat,” jelas Latifah.
Ia menambahkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempermudah proses verifikasi arah kiblat sehingga hasil pengukuran menjadi lebih presisi. Karena itu, Kementerian Agama terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan gratis bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu, Nova Andriyanto dan Jamilludin, turut mendampingi sekaligus memberikan penguatan kepada pengurus takmir dan jamaah terkait pentingnya pelayanan keagamaan berbasis edukasi.
Menurut Jamilludin, layanan ukur arah kiblat bukan hanya sebatas kegiatan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keagamaan masyarakat.
“Melalui layanan ini masyarakat tidak hanya mendapatkan kepastian arah kiblat, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang bagaimana Islam mengajarkan ketelitian dalam ibadah. Ini menjadi bagian dari pelayanan keagamaan yang membangun kesadaran umat,” ujarnya.
Sementara itu, Nova Andriyanto menilai antusiasme masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya pelayanan keagamaan yang profesional dan terpercaya.
“Banyak pengurus masjid yang sekarang semakin peduli terhadap validitas arah kiblat. Ini menjadi tanda baik bahwa masyarakat ingin memberikan pelayanan ibadah terbaik bagi jamaahnya,” kata Nova.
Apresiasi juga datang dari Ketua Takmir Masjid Al-Hikmah Bakal Dukuh, Bariyadi. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan ukur arah kiblat dari Kementerian Agama. Menurutnya, pelayanan yang cepat dan mudah membuat masyarakat merasa dekat dengan kehadiran pemerintah dalam urusan keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi layanan ini karena sangat mudah, cepat, dan memberikan ketenangan bagi jamaah. Dengan adanya pengukuran ulang ini, masyarakat menjadi lebih mantap dalam melaksanakan ibadah,” ungkap Bariyadi.
Ia berharap layanan serupa dapat terus dilakukan secara rutin di berbagai wilayah, khususnya bagi masjid dan mushola yang belum pernah melakukan pengukuran arah kiblat secara resmi.
Pelayanan ukur arah kiblat sendiri menjadi salah satu program nyata Kementerian Agama dalam memperkuat pelayanan publik bidang keagamaan. Selain membantu masyarakat dalam aspek teknis ibadah, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pelayanan langsung di lapangan.
Di tengah perkembangan pembangunan dan perubahan tata ruang wilayah, pengukuran ulang arah kiblat dinilai penting dilakukan, terutama pada bangunan lama atau tempat ibadah yang baru direnovasi. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan nyaman.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran KUA tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi pernikahan, namun juga hadir memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan yang luas bagi masyarakat. (Jml)