Dorong Profesionalitas, KUA Kretek Terima Kunjungan Supervisi Bimas Islam Kemenag Bantul
Bantul (KUA Kretek) – Kamis (09/04/2026), dalam upaya meningkatkan mutu layanan publik dan profesionalitas kinerja aparatur, Kantor Urusan Agama (KUA) Kretek menerima kunjungan supervisi dari Tim Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimas Islam, Sugito, dan disambut oleh Kepala KUA Kretek, Abu Yazid, bersama seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan KUA.
Dalam arahannya, Sugito menyampaikan bahwa supervisi Triwulan I tahun 2026 ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian layanan dengan standar operasional prosedur (SOP), baik dari aspek administrasi maupun sarana prasarana. “Kami melakukan peninjauan menyeluruh untuk memastikan apakah layanan yang diberikan telah sesuai dengan SOP yang berlaku atau masih memerlukan perbaikan,” ungkapnya.
Hasil supervisi menunjukkan bahwa secara umum kinerja dan tata kelola administrasi KUA Kretek dinilai sangat baik. Meski demikian, tim masih menemukan satu catatan kecil terkait kelengkapan berkas administrasi nikah, khususnya pada bagian lampiran yang belum seluruhnya ditandatangani oleh pendaftar. “Catatan ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan pelayanan dapat semakin optimal dan tertib administrasi,” imbuhnya.
Kabar membanggakan juga datang dari berbagai inovasi yang dikembangkan KUA Kretek. Sejumlah program unggulan seperti Pesan Mas Beji, Pesan Mbak Santi, Jelita Bahari dan Resah Hati menjadi bagian dari bukti dukung dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah program Jelita Bahari, yang merupakan kolaborasi dengan proyek strategis nasional (PP-Waskita) Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ruas Kretek–Girijati. Program ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan penguatan nilai-nilai keagamaan berbasis konseling.
Menariknya, inovasi Jelita Bahari sebelumnya juga telah diliput langsung oleh Tim Media Bina KUA Kementerian Agama RI pada awal bulan Ramadhan, sebagai bagian dari praktik baik (best practice) yang layak direplikasi.
Kepala KUA Kretek, Abu Yazid, menyampaikan apresiasi atas kunjungan supervisi ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan demi menghadirkan layanan yang prima, profesional, dan berintegritas.
“Supervisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat serta memperkuat inovasi yang berdampak nyata,” pungkasnya. (R.H. Latifah).