Bersiap Menuju WBBM, MAN 2 Kulon Progo Undang Tim ZI Kankemenag Bantul
Bantul (Kankemenag) - Dalam rangka persiapan dan penguatan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), MAN 2 Kulonprogo kembali mengundang tim kerja Zona Integritas (ZI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul) untuk melakukan sharing knowledge pelaksanaan program kerja, Kamis (24/07/2025).
Kepala MAN 2 Kulonprogo, Riza Faozi mengungkapkan bahwa pencapaian predikat WBBM merupakan misi yang harus berhasil. Menurutnya, WBBM adalah ukuran semua institusi dalam memberikan pelayanan prima yang berintegritas. Guna mendukung tercapainya misi tersebut maka pihaknya saat ini berupaya meningkatkan sarana dan prasarana untuk peningkatan pelayanan.
Isman, Tim ZI Kankemenag Bantul menyampaikan contoh-contoh inovasi perubahan mindset yang sangat sederhana namun dapat terukur dengan mudah, misalnya penggunaan tanda tangan elektronik yang dapat menghemat biaya kertas dan tinta, mudah dalam pengiriman dan pengarsipan, tidak menyita waktu masyarakat untuk melakukan legalisir dokumen dan harus meninggalkan pekerjaan untuk datang ke satuan kerja.
Kemudian contoh budaya hemat listrik dengan sangat mudah diukur melalui penurunan biaya listrik. “Hal-hal sederhana seperti ini mungkin tidak pernah dipikirkan. Padahal ini adalah perubahan mindset yang sangat mulia. Mengubah dari tidak peduli terhadap penghematan uang negara dan penghematan itu bisa dioptimalkan pada program yang lain,” paparnya.
Berikutnya disampaikan agar MAN 2 Kulonprogo dapat lebih mengoptimalkan pendampingan kepada satuan-satuan kerja lain yang telah mereplikasi inovasi MANDEMOTEVA (Madrasah Aliyah Negeri dengan Modified Teaching Factory) yang telah mendapatkan penghargaan Top 45 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Replikasi MANDEMOTEVA merupakan wujud nyata sumbangsih MAN 2 Kulonprogo kepada satuan-satuan kerja yang lain. Akan sangat sempurna sumbangsih tersebut jika ditindaklanjuti dengan pemantauan yang terus menerus atas perkembangan dan kesulitan satuan kerja lain dalam melakukan replikasi tersebut sehingga MAN 2 Kulonprogo menjadi agen solusi bagi satuan kerja yang lain,” ujar Isman. (Ism)