Lompat ke isi utama
MTsN 4 Bantul

Bekali Siswa Menuju Masa Depan, MTsN 4 Bantul Gelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 29 Mei 2026

Bantul (MTsN 4 Bantul) – Dalam upaya membekali siswa dengan pemahaman matang mengenai masa depan, MTsN 4 Bantul menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Jumat (29/05/2026) bertempat di masjid MTsN 4 Bantul, Masjid Baitul ‘Ilmi. Acara ini dirancang untuk memberikan edukasi serta pendampingan bagi siswa dalam menghadapi tantangan transisi menuju dunia orang dewasa dengan landasan nilai-nilai Islam.

 

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari menekankan pentingnya kesadaran bagi para siswa yang saat ini sedang berada dalam masa perkembangan remaja. Beliau berpesan agar para siswa senantiasa membentengi diri dengan akhlak dan ilmu agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang merugikan.

 

"Kalian saat ini sedang memasuki masa-masa remaja. Sebagai remaja muslim, kalian harus mampu mempersiapkan diri dengan baik agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Ingatlah bahwa suatu saat nanti kalian akan memasuki dunia orang dewasa yang penuh tantangan. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan menyimak materi dari narasumber dengan saksama sebagai bekal berharga bagi masa depan kalian," ujar Sugeng di hadapan seluruh peserta. Selanjutnya Sugeng membuka kegiatan bimbingan tersebut.

 

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bantul, Achmad Rois Wizda yang dalam pemaparannya mengajak para siswa untuk melakukan navigasi diri agar tetap berada di jalur yang benar.

 

Rois menggarisbawahi empat problematika utama yang saat ini sering dihadapi oleh remaja, seperti pernikahan dini. Ia secara tegas menjelaskan bahwa pernikahan yang berlangsung di bawah usia 19 tahun dikategorikan sebagai pernikahan dini. Fenomena ini menjadi perhatian khusus mengingat dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkannya.

 

Selanjutnya ia menjelaskan terkait penyalahgunaan narkoba dan psikotropika. Bahaya zat adiktif yang dapat merusak masa depan generasi muda.

 

Berikutnya ia menyampaikan tentang kekerasan dan perilaku menyimpang. Meliputi aksi tawuran serta praktik bullying (perundungan) yang kian marak terjadi di lingkungan pendidikan maupun sosial.

 

Ia melanjutkan dengan penyampaian terkait paparan digital. Dampak negatif dari arus informasi dan media sosial yang jika tidak disikapi dengan bijak akan menjauhkan remaja dari nilai-nilai kebaikan.

 

Melalui kegiatan BRUS ini, diharapkan para siswa MTsN 4 Bantul memiliki kematangan berpikir dan kesiapan mental yang lebih baik dalam menentukan langkah hidupnya, serta mampu menjadi pribadi yang tangguh di tengah arus modernisasi.(rtm).