Lompat ke isi utama
x
MTsN 6 Bantul

Ikuti Workshop Mewujudkan Sekolah Unggul, Waka Kurikulum MTs Negeri 6 Bantul Hadiri Pertemuan K2MTs DIY

Dikirim oleh Sugiyono pada 19 November 2025

Sleman (MTsN 6 Bantul) – Wakil kepala urusan kurikulum MTsN 6 Bantul, Rina Harwati menghadiri pertemuan K2MTs DIY dengan agenda Workshop Mewujudkan Sekolah Unggul di Era Digital, Strategi dan Inovasi Pembelajaran untuk Guru Madrasah Masa Kini di Hotel Grand Selera Sleman, Selasa (18/11/2025). Acara dibuka oleh Kabid Dikmad Kanwil Kemenag DIY, Sidik Pramono. 


Dalam sambutannya Sidik menyampaikan bahwa perkembangan teknologi adalah hal yang tak bisa dielakkan lagi. “Dengan munculnya pandemi menjadikan madrasah yang tadinya melarang siswa membawa HP, sekarang justru mendukung untuk membawa HP,” ujarnya. Bisa jadi ke depan pembelajaran tak membutuhkan ruang kelas lagi, melainkan dari jarak jauh melalui teknologi yang memudahkan pembelajaran. “Kita harus beradaptasi.” Imbuhnya. 


Sementara itu, Anita Isdarmini selaku Ketua Tim 1 Kurikulum dan Kesiswaaan menyampaikan informasi tentang perubahan KMA 450 menjadi KMA 1503 yang hari ini disosialisasikan. Dikatakan Anita bahwa kemunculkan KMA yang baru tidak menggantikan, melainkan ada beberapa hal yang berubah. “Sebagai bahan persiapan menghadapi tahun ajaran baru 2026/2027 akan kami keluarkan edaran berbagai kegiatan yang perlu dilakukan madrasah,” kata Anita. Selain itu, Anita juga mengevaluasi perolehan prestasi siswa dalam OMI. “Perlu dipersiapkan lebih dini dan berfokus para pembenahan input, proses, dan output,” tandas Anita. 


Narasumber inti yang menyampaikan materi adalah Dedi Ardiansyah, Direktur Klasmart Education. “Klasmart hadir untuk memberi jawaban perkembangan zaman terkait teknologi. “All in One Solution yang disediakan oleh Klasmart yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi secara urut dan terukur,” kata Dedi. “Anak didik tidak harus bawa HP yaitu dengan menghubungkan kelas dengan peserta didik kapanpun dengan difasilitasi guru untuk memaksimalkan interaksi. Prosesnya dihubungkan dengan pembelajaran mendalam karena memuat pengalaman belajar (memahami, mengaplikasi, dan merefleksi yang disipkan dalam satu platform terintegrasi)” imbuhnya.  (rin)