Lompat ke isi utama

Gebyar Sholawat dan Berkisah RA se-Bantul, Muntolib Ajak Anak Cinta Sholawat Sejak Dini

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 21 October 2026

Bantul (Kankemenag) – Menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini menjadi salah satu upaya membentuk generasi yang berakhlak mulia. Semangat tersebut mewarnai kegiatan Gebyar Sholawat dan Berkisah Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Bantul dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 yang digelar di Masjid Agung Manunggal Bantul, Rabu (21/10/2026).

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kankemenag) Bantul, Muntolib, hadir bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad), Saeful Hadi. Dalam kesempatan tersebut, Muntolib menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi.

 

Dalam sambutannya, Muntolib menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap sholawat serta membiasakan mereka melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW sejak usia dini.

 

“Melalui kegiatan Gebyar Sholawat dan Berkisah ini, saya berharap anak-anak RA semakin gemar bersholawat. Kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi kebiasaan baik yang terus melekat hingga mereka dewasa,” ungkap Muntolib.

 

Menurutnya, pendidikan pada usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, pembelajaran di RA tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu memberikan perhatian pada penanaman nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, dan keteladanan Rasulullah SAW.

 

Kegiatan Gebyar Sholawat dan Berkisah menjadi salah satu sarana edukatif untuk mengenalkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan sholawat dan kisah-kisah keteladanan yang disampaikan dengan cara menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

 

Peringatan Hari Santri 2026 melalui kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat pendidikan keagamaan sejak usia dini sekaligus membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

 

Dengan demikian, semangat Hari Santri tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menanamkan nilai-nilai keislaman dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan pendidikan anak usia dini. (Dnd)