Lompat ke isi utama
MIS Ma’arif Saman

Belajar Sambil Bermusyawarah, Siswa Kelas V MIS Ma'arif Saman Implementasikan Nilai Pancasila Lewat Diskusi LKPD

Dikirim oleh Fidela alma pada 5 August 2026

Bantul (MIS Ma'arif Saman) – Pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V MIS Ma'arif Saman dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok berbasis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Rabu (5/8/2026). Metode ini diterapkan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila secara aplikatif sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan bermusyawarah.

 

Guru Pengampu Pendidikan Pancasila, Ika Herawati, membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas empat hingga lima siswa. Setiap kelompok memperoleh dua LKPD yang dirancang untuk menguji pemahaman materi sekaligus membangun kemampuan kolaborasi antarpeserta didik.

 

LKPD pertama berisi materi tentang lambang dan makna setiap sila Pancasila. Siswa diminta mencocokkan simbol-simbol Pancasila dengan makna yang tepat. Sementara itu, LKPD kedua mengajak siswa memahami implementasi nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan menjodohkan setiap sila dengan contoh perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ika Herawati menjelaskan bahwa pembelajaran melalui diskusi kelompok tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

 

"Diskusi kelompok ini tidak hanya mengajak murid berpikir kritis dalam menyelesaikan tugas pada LKPD, tetapi juga sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila secara langsung di kelas, terutama sila ketiga tentang Persatuan Indonesia dan sila keempat mengenai musyawarah untuk mencapai mufakat," ujarnya.

 

Suasana kelas berlangsung aktif dan dinamis. Setiap anggota kelompok saling bertukar pendapat, menyampaikan gagasan, serta bekerja sama menentukan jawaban terbaik sebelum mencapai kesepakatan bersama. Melalui proses tersebut, para siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan nilai persatuan, gotong royong, dan musyawarah dalam aktivitas belajar.

 

Kepala MIS Ma'arif Saman, Indrati, mengapresiasi penerapan pembelajaran kolaboratif tersebut. Menurutnya, pemahaman terhadap lambang, makna, dan penerapan nilai-nilai Pancasila merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu hidup berdampingan dengan semangat kebersamaan.

 

Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan presentasi hasil diskusi oleh perwakilan masing-masing kelompok yang dilanjutkan dengan penguatan materi oleh guru pengampu. Melalui pendekatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami Pancasila sebagai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah maupun masyarakat. (Ika)-al