Bangun Budaya Literasi Multibahasa, MAN 4 Bantul Perkenalkan Program Literasi Bulanan kepada Murid Baru
Bantul (MAN 4 Bantul) – MAN 4 Bantul memperkenalkan program literasi bulanan kepada murid baru kelas X sebagai bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda), Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 4 Bantul ini bertujuan menumbuhkan budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa para murid sejak awal mereka menempuh pendidikan di madrasah.
Materi disampaikan oleh Ketua Tim Literasi MAN 4 Bantul, Retnaningsih. Dalam sosialisasinya, ia menjelaskan bahwa program literasi akan dilaksanakan secara rutin setiap Senin pada minggu kedua setiap bulan. Program tersebut dirancang untuk membiasakan murid berinteraksi dengan berbagai sumber belajar sehingga budaya literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Retnaningsih juga memperkenalkan konsep literasi multibahasa yang menjadi salah satu penguatan program pada tahun ajaran 2026/2027. Tidak hanya menggunakan Bahasa Indonesia, kegiatan literasi akan memanfaatkan empat bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Bahasa Arab.
Melalui program tersebut, murid akan dikenalkan pada beragam bahan literasi, seperti buku, artikel, video edukatif, maupun media pembelajaran lainnya yang disajikan secara bergantian dalam keempat bahasa tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperluas wawasan kebahasaan para murid.
"Program literasi bulanan ini kami rancang agar lebih menarik dan variatif. Murid tidak hanya membaca teks berbahasa Indonesia, tetapi juga akan belajar melalui materi berbahasa Inggris, Jawa, dan Arab. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, memperluas wawasan, sekaligus tetap melestarikan bahasa daerah dan memperkuat pemahaman terhadap bahasa agama," ujar Retnaningsih.
Antusiasme para murid terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Melalui program literasi multibahasa ini, MAN 4 Bantul berharap mampu membentuk generasi yang gemar membaca, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai budaya. (lel)-al