Angkat Potensi Lokal, Siswa MTsN 6 Bantul Antusias Garap Video Kreatif "Batik Markisa"
Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) – Kreativitas tanpa batas terus ditunjukkan oleh siswa-siswi MTsN 6 Bantul pada 14/02/2026. Kali ini, dua orang siswa terpilih tampak sangat bersemangat saat terjun langsung dalam proses pengambilan gambar video profil "Batik Markisa", sebuah produk kerajinan tangan khas yang menjadi kebanggaan madrasah tersebut.
Di bawah terik matahari yang bersahabat, kedua siswa tersebut terlihat sibuk mengatur sudut pandang kamera (angle) dan memastikan detail guratan motif batik terekam dengan sempurna. Proses pembuatan video ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik membatik unik yang menggunakan pewarna alami atau motif yang terinspirasi dari tanaman markisa di lingkungan madrasah.
Salah satu siswa yang ikut dalam proses pembuatan video, mengungkapkan kegembiraannya bisa terlibat dalam proyek kreatif ini. Baginya, ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan wadah untuk menyalurkan hobi sinematografi.
"Awalnya deg-degan karena harus memastikan detail batiknya terlihat estetik, tapi ternyata seru banget! Kami ingin menunjukkan kalau Batik Markisa khas MTsN 6 Bantul itu punya nilai seni tinggi dan 'keren' buat anak muda. Proses shooting-nya benar-benar bikin kami ketagihan buat eksplorasi teknik baru,"
Kepala MTsN 6 Bantul, Bapak Sugiyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif siswanya. Beliau memandang bahwa penggabungan antara keterampilan tradisional (membatik) dengan keterampilan modern (videografi) adalah langkah maju bagi pendidikan karakter di madrasah.
"Kami sangat bangga melihat semangat anak-anak. Melalui pembuatan video ini, mereka tidak hanya belajar menghargai warisan budaya Batik Markisa, tetapi juga mengasah kemampuan literasi digital. Inilah wajah siswa madrasah masa kini: kreatif, kompeten, dan tetap mencintai produk lokalnya," tutur Pak Sugiyono di sela-sela memantau proses produksi.
Video karya siswa ini nantinya akan diunggah di berbagai kanal media sosial madrasah sebagai bagian dari kampanye mencintai produk dalam negeri sejak dini.(tik/ewh)