Tumbuhkan Budaya Berpikir Kritis, Guru MAN 3 Bantul Bimbing Murid Susun KTI
Bantul (MAN 3 Bantul) – Guru-guru MAN 3 Bantul kembali menunjukkan komitmen dalam mengawal mutu akademik melalui kegiatan pembimbingan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi murid kelas XI. Sebagai madrasah riset, program KTI menumbuhkan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah. Sebelum penelitian KTI, murid terlah dibekali dengan pelatihan menulis, selanjutnya dikelompokkan dengan didampingi guru pembimbing.
Bimbingan KTI dilaksanakan pada jam pembelajaran Bahasa Indonesia dan di luar jam pembelajaran, sebagaimana tampak di ruang staf beberapa kelompok KTI melakukan konsultasi kepada guru pembimbing di Ruang Staf. Bimbingan berlangsung hingga Ahad (24/05/2026) mendatang. Selain itu, guru juga memfasilitasi bimbingan daring.
Para guru mendampingi siswa dalam proses penyusunan karya tulis, mulai dari pemilihan tema, penyusunan kerangka, hingga teknik penulisan ilmiah yang benar. Pembimbingan yang dilakukan dalam kelompok kecil membuat murid mendapat arahan yang lebih intensif.
Antusiasme terlihat tinggi karena murid menyadari bahwa penyelesaian KTI menjadi salah satu syarat penting untuk kenaikan kelas. Kehadiran guru menunjukkan dukungan penuh madrasah terhadap pengembangan budaya literasi dan riset di kalangan siswa.
Pembimbingan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program madrasah untuk meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, analitis, dan sistematis siswa. Dengan bimbingan langsung dari guru, siswa diarahkan untuk menyusun KTI yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki nilai ilmiah dan orisinalitas. Suasana diskusi yang cair selama jam istirahat membuat siswa lebih leluasa bertanya dan menggali ide, sehingga proses bimbingan berjalan interaktif dan tidak kaku. Setelah bimbingan KTI, murid akan mempertanggungjawabkan dalam ujian yang digelar bersamaan dengan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS).
Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto menyatakan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan kebiasaan meneliti sejak dini. “Kami ingin siswa terbiasa berpikir kritis dan menuangkannya dalam tulisan ilmiah. Ini bekal penting bagi mereka, baik untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya maupun untuk menghadapi tantangan akademik ke depan,” ujarnya.
Kegiatan pembimbingan KTI di MAN 3 Bantul ini menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan literasi ilmiah di madrasah. Diharapkan, semangat dan antusiasme yang ditunjukkan siswa pada hari itu dapat berlanjut hingga menghasilkan karya tulis yang layak dipublikasikan dan dibanggakan. (ris/sal)