Transformasi Perpustakaan: MAN 3 Bantul Perkuat Ekosistem Literasi melalui Wisata Edukasi dan Program ‘Belik Sakti’
Bantul (MAN 3 Bantul) — Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul terus berkomitmen dalam melakukan akselerasi mutu literasi bagi sivitas akademika. Pada Rabu (29/04/2026), institusi ini meluncurkan agenda strategis berupa Wisata Literasi dan program inovatif Belik Sakti (Beli Buku Sesuka Hati). Kegiatan ini menyasar dua pusat rujukan literasi utama di Yogyakarta, yaitu Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY serta Toko Buku Gramedia.
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai kunjungan rutin, melainkan sebuah upaya integratif untuk mendekatkan pemustaka dengan sumber referensi yang lebih komprehensif. Melalui Wisata Literasi di DPAD DIY, para pengelola perpustakaan dan perwakilan siswa melakukan studi observasi terhadap manajemen kearsipan dan sistem layanan informasi berbasis teknologi terkini. Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi tata kelola Perpustakaan Ulil Albab menuju perpustakaan madrasah yang modern dan terstandarisasi.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah program Belik Sakti. Dalam program ini, madrasah memberikan ruang partisipasi aktif bagi pemustaka untuk memilih langsung koleksi buku yang akan diadakan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan koleksi perpustakaan bersifat user-centered, yakni relevan dengan kebutuhan kurikulum, tren literasi, dan minat riset siswa saat ini.
Koordinator kegiatan menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam pengadaan buku merupakan kunci utama dalam menumbuhkan budaya baca yang berkelanjutan. "Kami mengedepankan prinsip keterbukaan dalam memperkaya literatur. Melalui 'Belik Sakti', perpustakaan tidak lagi menjadi entitas yang kaku, melainkan menjadi pusat inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan intelektual warga madrasah. Kita ingin buku yang hadir di rak adalah buku yang benar-benar menjadi oase bagi dahaga ilmu para siswa," ungkapnya di sela kunjungan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul optimis dapat terus bertransformasi menjadi jantung pendidikan yang inklusif dan progresif. Penguatan koleksi dan perluasan wawasan melalui kunjungan lapangan ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan indeks literasi madrasah di tingkat kabupaten maupun nasional. (Ris)