Tingkatkan Layanan Kepustakaan, Pegawai MIN 2 Bantul Ikuti Studi Tiru Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Yogyakarta ( MIN 2 Bantul ) - Dalam upaya meningkatkan layanan dan profesionalisme pengelolaan perpustakaan, Mustofa, pegawai MIN 2 Bantul, mengikuti kegiatan studi tiru yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) Pustakawan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pustakawan dan pengelola perpustakaan madrasah negeri se-Kabupaten Bantul. Studi tiru dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, wawasan, serta kualitas pengelolaan dan layanan perpustakaan di lingkungan madrasah pada Selasa, 29 September 2026
Pokja Pustakawan Kemenag Bantul diantar langsung oleh Kasubag TU Kantor Kemenag Bantul beserta Analis SDM dan Perencana KanKemenag Bantul. Rombongan disambut oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Hery Nugroho, beserta pustakawan, Muh. Azis.
Dalam sambutannya, Hery Nugroho menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang telah terakreditasi dan menjadi salah satu perpustakaan sekolah rujukan di Yogyakarta.
Sementara itu, Muh. Azis, selaku pustakawan memaparkan berbagai hal terkait pengelolaan perpustakaan, mulai dari sistem otomasi perpustakaan, penataan koleksi, program literasi inovatif, hingga strategi meningkatkan minat baca murid di era digital.
Kasubag TU Kemenag Bantul, Aminudin dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru menjadi kesempatan penting bagi para pustakawan untuk memperoleh wawasan dan mengadopsi praktik baik yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing madrasah.
“Kami berharap setelah studi tiru ini, para pustakawan dan pengelola perpustakaan di lingkungan madrasah negeri Kemenag Bantul dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk mewujudkan perpustakaan madrasah yang modern, nyaman, dan menjadi pusat literasi bagi murid,” ujarnya.
Sebagai perwakilan MIN 2 Bantul, Mustofa menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, studi tiru memberikan berbagai inspirasi yang dapat menjadi bahan pengembangan layanan perpustakaan di MIN 2 Bantul, khususnya dalam penguatan program literasi, digitalisasi katalog, serta penataan ruang baca yang ramah anak.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan langsung ke berbagai fasilitas perpustakaan, seperti ruang layanan, ruang baca, koleksi referensi, serta foto bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Mustofa dapat membawa berbagai praktik baik yang diperoleh untuk mendukung pengembangan perpustakaan MIN 2 Bantul sehingga semakin nyaman, inovatif, dan mampu menunjang budaya literasi di madrasah.(Zul)