Salat Duha Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Religius Siswa MTsN 6 Bantul
Bantul (MTsN 6 Bantul) – MTsN 6 Bantul terus memperkuat pendidikan karakter religius melalui pembiasaan salat duha yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Program yang berlangsung berkesinambungan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus membentuk pribadi siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Kegiatan pendampingan salat dhuha tersebut kembali dilaksanakan pada Senin (8/6/2026) dengan melibatkan seluruh siswa dan guru.
Setiap pagi, para siswa melaksanakan salat duha dengan tertib di bawah bimbingan dan pengawasan guru. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak membiasakan diri menjalankan ibadah sunnah, tetapi juga dilatih untuk mengelola waktu dengan baik, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu menanamkan nilai-nilai religius yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa mendatang.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di madrasah. Menurutnya, pembentukan akhlak dan spiritualitas siswa harus dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan yang berkelanjutan. “Salat duha bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana untuk membangun kesadaran beribadah, menumbuhkan rasa syukur, serta membentuk karakter siswa yang taat kepada Allah SWT. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat terus melekat dalam kehidupan mereka, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat,” ujar Sugiyono.
Dalam pelaksanaannya, para guru secara bergantian mendampingi siswa serta memberikan motivasi mengenai keutamaan salat duha. Selain memastikan seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan baik, guru juga mengajak mereka memahami makna ibadah yang dilakukan sehingga tumbuh kesadaran untuk beribadah dengan ikhlas dan penuh penghayatan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban yang harus dijalankan.
Suasana religius pun terasa kuat setiap pagi di lingkungan madrasah. Para siswa tampak antusias berwudu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat dhua sebelum memasuki kelas. Melalui program pembiasaan ini, MTsN 6 Bantul berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepribadian religius, akhlakul karimah, serta semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi beriman, bertakwa, dan berprestasi.(sur/ewh)