Review Draf Kurikulum MTsN 4 Bantul Tahun 2026-2027, Hadirkan Katim dari Kanwil Kemenag DIY
Bantul (MTsN 4 Bantul) — MTsN 4 Bantul menggelar kegiatan review draf kurikulum 2026-2027 bersama Anita Isdarmini selaku Katim 1 Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY pada Selasa (26/05/2026) bertempat di aula madrasah. Kegiatan ini dihadiri kepala madrasah, guru dan pegawai, pengawas madrasah, para wakil kepala bidang kurikulum, kesiswaan, humas, sarana prasarana, serta tim pengembang madrasah yang diketuai Ketty Astuti. Review dilakukan sebagai langkah penyempurnaan kurikulum madrasah agar semakin relevan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan peserta didik.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum merupakan jantung pembelajaran di madrasah. Menurutnya, tantangan pendidikan yang terus berkembang dari hari ke hari harus diimbangi dengan semangat berinovasi dan kolaborasi seluruh warga madrasah. “Kurikulum bukan hanya dokumen administrasi, tetapi menjadi arah dan ruh pembelajaran di madrasah. Karena itu, kita harus terus melakukan pembaruan agar pembelajaran semakin berkualitas, adaptif, dan mampu membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, pengawas madrasah, Miftakhul Bakhri menyampaikan apresiasi atas kesungguhan MTsN 4 Bantul dalam menyusun kurikulum yang visioner. Miftah juga berharap Anita Isdarmini dapat memberikan arahan dan bimbingan terkait pengembangan Kurikulum Sistem Kredit Semester (SKS) yang sedang dipersiapkan madrasah. Menurutnya, implementasi kurikulum harus tetap berpihak pada kebutuhan siswa serta memperhatikan perkembangan zaman. “Madrasah perlu memiliki kurikulum yang fleksibel, unggul, namun tetap mengedepankan karakter dan budaya positif,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Pengembang Madrasah Katty Astuti memaparkan draf kurikulum yang mengusung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagaimana dicanangkan Kementerian Agama RI. Selain itu, kurikulum MTsN 4 Bantul juga mengintegrasikan program Adiwiyata dan Madrasah Ramah Anak (MRA) dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan budaya madrasah. Melalui penguatan KBC, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, peduli lingkungan, menghargai sesama, serta memiliki budaya belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan di lingkungan madrasah.(yul)