Lompat ke isi utama
MAN 1 Bantul

Rakor dan Evaluasi Extranas 2026 Jadi Bekal MAN 1 Bantul Perkuat Pendidikan Vokasi

Dikirim oleh Fidela alma pada 29 September 2026

Bantul (MAN 1 Bantul) – Pengembangan pendidikan vokasi di madrasah terus diarahkan agar semakin relevan dengan perkembangan dunia pendidikan, dunia usaha, dunia industri, serta kebutuhan kompetensi masa depan. Hal tersebut menjadi salah satu hasil penting dari Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengurus Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah Plus Keterampilan (KKMA Plus Keterampilan) Nasional Tahun 2026 yang diikuti Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, di Sofyan Hotel Cut Meutia Cikini, Jakarta, Senin–Rabu (28–30/9/2026).

 

Rakor dan evaluasi tersebut menjadi tindak lanjut pelaksanaan Expo dan Rapat Kerja Nasional Kepala Madrasah Aliyah Plus Keterampilan se-Indonesia (Extranas) 2026. Selain mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, forum tersebut menjadi ruang untuk merumuskan langkah pengembangan MA Plus Keterampilan agar semakin adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan kompetensi peserta didik.

 

Salah satu agenda utama adalah penguatan pendidikan vokasi yang disampaikan oleh Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Anis Masykur. Penguatan tersebut memberikan perspektif bagi pengurus KKMA Plus Keterampilan Nasional mengenai arah pengembangan program vokasi di madrasah.

 

Hal tersebut menjadi relevan bagi MAN 1 Bantul yang merupakan Madrasah Aliyah Negeri Plus Keterampilan dengan tiga program keterampilan, yaitu Otomotif, Tata Busana, dan Multimedia. Berbagai masukan dan penguatan yang diperoleh melalui forum tersebut dapat menjadi bahan refleksi dalam mengembangkan program keterampilan agar semakin sesuai dengan potensi murid serta kebutuhan perkembangan zaman.

 

Selain penguatan vokasi, forum tersebut juga membahas arah kebijakan pengembangan MA Plus Keterampilan yang disampaikan oleh Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Nyayu Khadijah. Pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai arah pengembangan madrasah keterampilan sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas program yang telah berjalan.

 

Evaluasi Extranas 2026 kemudian dilakukan secara menyeluruh, meliputi pelaksanaan expo, rapat kerja, forum diskusi kelompok (FGD), perlombaan, hingga publikasi. Dari evaluasi tersebut, pengurus KKMA Plus Keterampilan Nasional menyusun sejumlah catatan perbaikan dan rencana tindak lanjut untuk memastikan hasil kegiatan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengembangan madrasah.

 

MAN 1 Bantul

 

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan kesempatan bagi madrasah untuk melakukan refleksi sekaligus memperoleh berbagai praktik baik dari MA Plus Keterampilan lainnya.

 

“Rakor dan evaluasi ini menjadi ruang yang sangat penting untuk merefleksikan apa yang sudah kita lakukan, melihat capaian dan kendalanya, kemudian merumuskan tindak lanjut. Pengembangan madrasah keterampilan harus terus adaptif terhadap perkembangan dunia kerja, teknologi, dan kebutuhan kompetensi murid,” ujar Mafrudah.

 

Menurutnya, pengembangan keterampilan perlu dilakukan secara seimbang dengan penguatan karakter dan nilai-nilai madrasah. Dengan demikian, kompetensi vokasi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga membentuk murid yang memiliki tanggung jawab, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus belajar.

 

Pandangan tersebut sejalan dengan nilai CADAS BERKELAS yang dikembangkan MAN 1 Bantul, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Antidiskriminasi. Pengembangan program keterampilan diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan kemampuan adaptasi murid sekaligus tetap berlandaskan karakter serta nilai-nilai madrasah.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan berbagi praktik baik MA Plus Keterampilan serta penetapan rekomendasi KKMA Plus Keterampilan Nasional. Hasil forum tersebut diharapkan menjadi bahan pengembangan bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat program keterampilan, serta membangun sinergi antarmadrasah.

 

Bagi MAN 1 Bantul, keikutsertaan dalam forum nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan, memperoleh praktik baik, dan mengevaluasi pengembangan program keterampilan yang telah berjalan. Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung madrasah dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan sekaligus membekali murid dengan kompetensi dan karakter untuk menghadapi kebutuhan masa depan. (Maf)-al