Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

Praktik Bioplastik Berbasis PjBL Tutup Pembelajaran Kimia Blok 2 Kelas XA MAN 2 Bantul

Dikirim oleh eka putri pada 3 March 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) – Laboratorium Kimia di MAN 2 Bantul tampak lebih hidup pada Kamis (26/2/2026). Siswa kelas XA menutup rangkaian Pembelajaran Kimia Blok 2 dengan praktik pembuatan bioplastik yang dipandu oleh guru Kimia, Puji Lestari. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) pada materi Kimia Hijau (Green Chemistry), sehingga pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori, melainkan berlanjut pada penerapan konsep dalam proyek nyata yang relevan dengan isu lingkungan.

Dalam praktik tersebut, siswa mengolah tepung singkong menjadi bioplastik dengan komposisi terukur, kemudian memanaskannya pada suhu 70–80°C hingga mengental dan bening sebelum dicetak dan dikeringkan. Sepanjang proses, siswa melakukan pengamatan sistematis terhadap perubahan selama pemanasan, warna dan tekstur hasil akhir, tingkat elastisitas, ketebalan, hingga lama waktu pengeringan. Aktivitas ini melatih ketelitian sekaligus membangun pemahaman mendalam terhadap proses kimia yang terjadi.

Menariknya, siswa tidak hanya terpaku pada prosedur dalam LKPD. Mereka diberi ruang untuk bereksplorasi dengan memodifikasi komposisi gliserol dan cuka guna menemukan formulasi terbaik. Dari sini, siswa belajar melakukan percobaan terkontrol, membandingkan data, serta menyimpulkan hasil berdasarkan fakta lapangan. Proses investigatif ini menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah, karena mereka benar-benar mengalami proses menemukan, bukan sekadar mengikuti langkah kerja.

Melalui pendekatan PjBL, konsep Kimia Hijau menjadi lebih bermakna. Bioplastik berbasis pati singkong yang bersifat biodegradable dikenalkan sebagai alternatif plastik konvensional berbahan minyak bumi yang sulit terurai. Dengan demikian, siswa memahami bahwa kimia dapat menjadi bagian dari solusi atas persoalan lingkungan.

Salah satu siswa kelas XA, Abdul, mengungkapkan antusiasmenya, “Praktik ini membuat kami sadar bahwa kimia bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Ketika komposisi diubah, hasilnya juga berbeda. Mencari formulasi yang tepat ternyata menantang sekaligus menyenangkan.”

Meskipun pembelajaran sistem blok memiliki keterbatasan waktu, pelaksanaan praktik laboratorium tetap dioptimalkan demi menghadirkan pengalaman belajar yang autentik. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran bermakna lahir dari proses mencoba, mengamati, menganalisis, dan merefleksikan.

Melalui praktik pembuatan bioplastik ini, MAN 2 Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada penguatan karakter peduli lingkungan. Diharapkan, pengalaman ini tidak hanya memperdalam pemahaman Kimia Hijau, tetapi juga menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan.
/rys