Lompat ke isi utama
MAN 3 Bantul

Perkuat Tipologi Madrasah Riset, Kepala MAN 3 Bantul Terjun Langsung Uji KTI Murid Kelas XI

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 11 June 2026

Bantul (MAN 3 Bantul) – Mengukuhkan eksistensinya sebagai madrasah riset, MAN 3 Bantul menggelar ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) hari kedua bagi siswa kelas XI G pada Kamis (11/06/2026). Kegiatan yang dilaksanakan pasca-Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) ini bertempat di ruang kelas yang telah dijadwalkan secara tertib. Istimewanya, Kepala MAN 3 Bantul,  Suyanto, turun langsung bertindak sebagai dewan penguji guna memberikan evaluasi dan motivasi akademis kepada para siswa.


Ujian KTI ini merupakan bagian integral dari kegiatan kokurikuler madrasah. Melalui program ini, siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengasah keterampilan penelitian, metodologi, hingga teknik presentasi ilmiah berdasarkan kajian yang telah mereka lakukan selama satu semester terakhir.


Dalam teknis pelaksanaannya, setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok penelitian mandiri. Guna menumbuhkan kepekaan sosial dan ilmiah, setiap kelompok diberikan kebebasan mengeksplorasi topik yang kontekstual dengan fenomena di lingkungan sekitar mereka. Beragam klaster tema penelitian pun berhasil dipaparkan dengan apik, mulai dari bidang pendidikan, sains-lingkungan, hingga dinamika sosial-keagamaan. Sebelum sampai pada tahapan sidang, setiap kelompok telah melewati proses bimbingan intensif bersama guru pembimbing dengan intensitas konsultasi rata-rata tiga hingga enam kali pertemuan.


Pada sesi presentasi, para siswa secara bergantian memaparkan draf hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji serta mempertahankan argumentasi atas pertanyaan kritis yang diajukan. Proses pengujian ini dirancang bukan hanya untuk mengukur pemahaman materi, melainkan juga melatih kecakapan berpikir kritis (critical thinking) dan komunikasi ilmiah (public speaking) para siswa.


Suasana ujian berlangsung khidmat, akademis, namun tetap kondusif. Para siswa tampak antusias dan runut dalam menjelaskan temuan penelitian mereka secara sistematis dan argumentatif. Di akhir sesi, para penguji memberikan catatan penilai serta masukan konstruktif demi penyempurnaan kualitas KTI yang telah disusun oleh para murid. 

 

Kepala madrasah mengungkapkan bahwa Ujian KTI menjadi sarana pembelajaran bagi murid untuk menyampaikan gagasan secara ilmiah dan bertanggung jawab. “Karya tulis ilmiah merupakan salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan meneliti, memecahkan masalah, serta menyampaikan solusi berdasarkan data dan fakta. Kami berharap budaya riset ini terus tumbuh dan menjadi karakter unggul siswa MAN 3 Bantul,” ungkap Suyanto. (ris/sal)