Penyuluh Agama Islam KUA Banguntapan Jadi Pembicara dalam Edukasi Pendidikan Pranikah yang Digelar Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Banguntapan Utara
Bantul (KUA Banguntapan) — Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Banguntapan Utara sukses menyelenggarakan kegiatan Edukasi Pendidikan Pranikah pada Sabtu (26/09/2026). Bertempat di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Banguntapan Utara, kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini diikuti dengan penuh antusias oleh kurang lebih 50 peserta yang pada umumnya merupakan usia muda dan calon pengantin.
Acara ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang komprehensif mengenai kesiapan mental, fisik, dan spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan. Dalam sambutannya, Ketua PCA Banguntapan Utara menyampaikan apresiasi atas tingginya semangat para peserta, serta menyatakan bahwa kegiatan ini berjalan dengan penuh antusias dan semangat untuk mengadakan kegiatan serupa sebagai upaya memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Materi pembuka disampaikan oleh Titis Indri Wahyuni (Kepala Puskesmas Banguntapan I) yang memaparkan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa pemahaman mengenai kesehatan organ reproduksi serta persiapan fisik yang matang sangat menentukan kualitas kesehatan ibu dan anak di masa depan, sekaligus sebagai langkah preventif terhadap berbagai risiko kesehatan sejak dini.
Materi kedua diisi oleh Nurlaini (Penyuluh Agama Islam KUA Banguntapan Kementerian Agama Kabupaten Bantul). Ia mengupas tuntas pentingnya mengokohkan pondasi dan pilar-pilar membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Menurutnya, fondasi agama, komunikasi yang efektif, serta pengelolaan emosi yang baik menjadi kunci utama dalam merawat keharmonisan rumah tangga di tengah dinamika zaman.
Sebagai sesi pamungkas, materi mengenai peningkatan kesadaran hukum tentang Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) disampaikan oleh Anom Wahyu Asmorojati (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan). Ia memberikan edukasi seputar perlindungan hukum bagi anggota keluarga, pentingnya penyelesaian konflik secara bijak tanpa kekerasan, serta pemahaman hak dan kewajiban suami istri di mata hukum positif maupun agama.
Melalui suksesnya penyelenggaraan acara ini, PCA Banguntapan Utara berharap para peserta dapat memiliki kesiapan yang utuh secara lahir dan batin. Edukasi pranikah dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang untuk menekan angka perceraian, mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, serta melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia dari lingkungan keluarga yang tangguh. (Nrln)