Peringatan Harlah ke-64, MAN 3 Bantul Gelar Bakti Sosial dan Salurkan Bantuan ke Warga Panggang Gunungkidul
Bantul (MAN 3 Bantul) — Memasuki musim kemarau, beberapa daerah di DIY mengalami kekeringan. Salah satunya di Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-64, sebagai wujud pengabdian dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di MTs PDHI Girikarto, Senin (10/08/2026). Rombongan tim distribusi berangkat menuju wilayah Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, tepat pukul 09.00 WIB. Kawasan sasaran kegiatan berada di wilayah Girikarto, yang secara geografis merupakan daerah dataran tinggi dan kerap menghadapi tantangan ketersediaan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto, didampingi Kepala Tata Usaha, Nasikhun Amin serta jajaran guru dan tenaga kependidikan, antara lain Wahyudi, Budi Priyono, Mulyantara, Sumiyati, Samsul Anam, Abban Said, Sumpono, Nur Salamah, dan Siti Nur Jannah. Kegiatan ini juga melibatkan secara aktif perwakilan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sebagai wadah pembentukan karakter kepedulian sosial generasi muda.
Kegiatan bakti sosial kali ini menjangkau 4 madrasah, 1 sekolah umum, serta 10 masjid yang tersebar di wilayah Girikarto. Bantuan yang disalurkan meliputi pasokan air bersih, pakaian layak pakai, serta seperangkat alat kebersihan yang diserahkan kepada pengurus masjid guna menunjang kelestarian, kebersihan, dan kenyamanan tempat ibadah.
Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi rasa syukur atas perjalanan panjang madrasah hingga usia ke-64 tahun. "Harlah selain menjadi momentum perayaan, juga menjadi pengingat akan tanggung jawab moral dan sosial madrasah terhadap lingkungan sekitar. Melalui bantuan air bersih dan kebutuhan dasar ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran MAN 3 Bantul benar-benar membawa manfaat nyata serta keberkahan bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah yang sedang membutuhkan," ujar Suyanto.
Penyaluran bantuan air bersih menjadi prioritas utama mengingat kondisi geografis wilayah Panggang yang sering mengalami kekeringan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial para siswa yang terlibat.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan guru pendamping, Wahyudi mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme para murid dan civitas akademika yang terlibat langsung di lapangan.
"Keterlibatan aktif murid OSIM dalam kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas. Mereka belajar berempati, memahami realitas sosial, dan merasakan langsung indahnya berbagi. Harapannya, nilai-nilai kepedulian ini akan melekat dalam karakter mereka hingga masa depan," ungkap Wahyudi.
Melalui kehadiran langsung pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara lembaga pendidikan Kementerian Agama dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan pengabdian yang berkelanjutan.(ris/sal)