Lompat ke isi utama
KUA Kretek

Penyuluh Agama KUA Kretek Ambil Peran dalam Misi Penurunan Stunting di Kalurahan Tirtomulyo

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 15 July 2026

Bantul (KUA Kretek) – Penyuluh Agama Islam KUA Kretek turut ambil bagian dalam Rembug Stunting yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Rabu (15/07/2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting.

 

Rembug Stunting dihadiri oleh unsur Forkompimkap Kretek, di antaranya perwakilan Panewu Kretek; Kepala Puskesmas Kretek, Suyatmi; Kepala PLKB Kretek, Slamet; Kepala KUA Kretek, Abu Yazid; Penyuluh Agama Islam KUA Kretek, R.H. Latifah; Lurah Tirtomulyo, Ridwan Anas; pamong kalurahan; kader Posyandu; serta unsur terkait lainnya.

 

Ridwan Anas menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. "Kita bisa karena kita bersama. Harmonisasi lintas sektor menjadi kunci dalam upaya menurunkan angka stunting di Kalurahan Tirtomulyo," ujarnya.

 

Suyatmi menjelaskan bahwa berbagai intervensi terus dilakukan, di antaranya melalui pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sasaran yang memenuhi kriteria sebagai upaya meningkatkan status gizi balita.

 

Pada kesempatan tersebut, Abu Yazid menyampaikan komitmen KUA dalam mendukung program percepatan penurunan stunting melalui pembinaan calon pengantin. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum terbentuknya keluarga.

 

"KUA Kretek terus mengoptimalkan layanan bimbingan perkawinan, pendampingan calon pengantin, serta pemanfaatan aplikasi Elsimil sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini," ujarnya.

 

Sementara itu, R.H. Latifah menjelaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga melalui pembinaan keagamaan kepada calon pengantin.

 

"Selain memastikan kesiapan administrasi dan mengikuti bimbingan perkawinan, calon pengantin juga perlu memiliki kesiapan mental dan spiritual. Keluarga yang dibangun di atas fondasi keimanan dan kesehatan mental yang baik diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan terbebas dari stunting," tuturnya. (Lat)